Kardinal Louis Raphael I Sako, Patriark Kasdim di Bagdad, mendorong umat Kristiani untuk memanfaatkan minggu terakhir masa Prapaskah “untuk menjernihkan pikiran dan hati kita serta kembali ke keaslian iman kita.”

Dalam pesannya kepada umat beriman pada Pekan Suci, Patriark Kaldea Kardinal Louis Raphael I Sako berkata, “Kita membutuhkan minggu terakhir masa Prapaskah untuk menjernihkan pikiran dan hati kita serta kembali pada keaslian iman kita, dengan penuh semangat menarik semangat iman dan terang ini. dari sumber kehidupan yaitu Yesus dalam hidup kita.”
Sang Patriark mengingatkan bahwa Yesus, mengetahui apa yang menanti-Nya di Yerusalem, secara sadar mulai mengintensifkan ajaran-ajaran-Nya dan mempersiapkan tahap akhir misi-Nya, yang pada akhirnya akan menjangkau seluruh dunia.
Kita juga, kata Kardinal Sako, harus menyadari apa arti misi Kristus bagi kita, menyadari bahwa “Kerajaan Allah membutuhkan penerimaan (iman) dan penyerahan diri kita sepenuhnya dengan keberanian, kejujuran dan kepercayaan penuh.” Kita masing-masing, lanjutnya, “harus berusaha memasuki Kerajaan Yesus melalui pertobatan, yang harus menjadi ‘reformasi’ nyata melalui pertobatan, perubahan, dan integrasi untuk menjaga Yesus tetap hidup dan berpengaruh dalam diri kita.
Kardinal Sako mengajak umat Gereja Katolik Kasdim, yang menjalani Pekan Suci ini sebagai “Jalan Salib” yang sejati, untuk merenungkan makna tahapan utama Sengsara Yesus, yang dimulai dari Minggu Palma hingga Perjamuan Terakhir. Penyaliban, dan Kebangkitan Yesus.
Dan Paus mendorong mereka “untuk berpegang pada identitas mereka dan Gereja mereka, ‘rumah cinta’ mereka, dan tidak membiarkan siapa pun memecah belah mereka, namun sebaliknya menjadi jembatan bagi persaudaraan, persatuan, dan perdamaian.”
Mengakhiri pesannya, Kardinal Sako menulis, “Yesus selalu bersama kita, bahkan dalam tantangan dan kesulitan yang melukai kita.” Dan ia mengingatkan umat beriman untuk mengingat janji Yesus untuk selalu menyertai kita “bahkan sampai akhir zaman.”
** Christopher Wells (Vatican News)
Diterjemahkan dari: Patriarch Sako: We need final week of Lent to clear our minds and hearts
Baca juga: Bacaan Liturgi Rabu, 27 Maret 2024
