Paus Fransiskus meminta anak-anak Italia untuk berdoa bagi rekan-rekan mereka di Ukraina dan Gaza, dan mendorong mereka untuk menjadi “pengrajin perdamaian” saat ia bertemu dengan siswa dan guru dari Jaringan Nasional Sekolah Perdamaian Italia di Vatikan.

Lebih dari 6000 anak perempuan dan laki-laki Italia yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Perdamaian Nasional Italia mengunjungi Vatikan pada Jumat pagi untuk pertemuan khusus dengan Paus Fransiskus.
Dalam pidatonya yang meriah di mana ia berulang kali meminta tanggapan dari anak-anak, Paus Fransiskus menyampaikan seruan khusus untuk mengingat anak-anak yang terkena dampak perang dan konflik, terutama anak-anak Ukraina “yang lupa bagaimana caranya tersenyum”, dan untuk anak-anak dari Ukraina. Gaza, “ditembak mati” dan menderita kelaparan.
Jaringan Sekolah Damai dibentuk setelah bertahun-tahun berupaya mempromosikan pendidikan permanen untuk perdamaian dan hak asasi manusia dalam kurikulum semua sekolah di setiap tingkatan. Jaringan ini berkomitmen untuk mendidik generasi muda tentang perdamaian, keadilan, kewarganegaraan, hak asasi manusia, dan tanggung jawab.
Sebuah Perjalanan ‘Penuh Ide’
Paus Fransiskus memulai pidatonya kepada generasi mudanya dengan mengucapkan terima kasih atas perjalanan mereka yang “penuh dengan ide” yang bertujuan untuk mempromosikan “visi baru dunia.” Beliau berterima kasih kepada mereka “karena mereka penuh dengan antusiasme” dan atas komitmen mereka yang penuh semangat dan murah hati untuk bekerja demi masa depan yang lebih baik.
Menjelang KTT Masa Depan musim gugur mendatang, yang diselenggarakan oleh PBB di New York, Paus mengatakan kontribusi anak-anak diperlukan untuk memastikan bahwa resolusi yang dibuat di atas kertas menjadi “konkret dan diwujudkan melalui jalur dan tindakan untuk perubahan.”
Merujuk pada inisiatif Italia “Transformasi Masa Depan: Untuk perdamaian, dengan kepedulian,” Paus menantang anak-anak lelaki dan perempuan untuk menjadi “protagonis, dan bukan penonton masa depan.” Hal ini, kata dia, memerlukan networking, koneksi, dan masyarakat dapat bekerja sama secara sinergis dan harmonis.
Mimpi Kolektif
Paus memperingatkan bahwa tantangan saat ini benar-benar bersifat global, mempengaruhi semua orang, dan memerlukan “keberanian dan kreativitas dari mimpi kolektif yang menjiwai komitmen berkelanjutan untuk bersama-sama menghadapi krisis lingkungan, ekonomi, politik dan sosial yang sedang dialami planet kita.”
Beliau berkata, “ini adalah mimpi yang mengharuskan kita untuk terjaga, bukan tertidur,” dan menegaskan bahwa mimpi tersebut diwujudkan melalui doa, “yaitu, bersama dengan Tuhan, dan bukan dengan kekuatan kita sendiri.”
Paus Fransiskus kemudian menyoroti dua kata kunci yang menjadi inti komitmen mereka: “perdamaian” dan “kepedulian.” Kedua gagasan ini saling berhubungan, katanya, seraya menjelaskan bahwa perdamaian sejati bukan hanya tidak adanya kekerasan tetapi “iklim niat baik, kepercayaan, dan cinta yang dapat matang dalam masyarakat yang didasarkan pada hubungan kepedulian.”
Pengrajin Perdamaian, Sikap Peduli
Menyapa kaum muda dengan kasih sayang yang mendalam, Bapa Suci mengajak mereka untuk melakukan bagian mereka demi memupuk perdamaian di dunia kita.
“Di masa yang masih diwarnai perang, saya meminta Anda menjadi seniman perdamaian,” ujarnya.
“Dalam masyarakat yang masih terjerumus dalam budaya membuang-buang waktu, saya meminta Anda untuk menjadi tokoh utama inklusi; di dunia yang terkoyak oleh krisis global, saya meminta Anda untuk menjadi pembangun masa depan, sehingga rumah kita bersama dapat menjadi tempat persaudaraan. ”
Terakhir, Paus Fransiskus mengimbau anak-anak untuk menentang sikap acuh tak acuh dengan sikap peduli, mengajak mereka untuk “selalu peduli terhadap nasib planet kita dan sesama umat manusia” dan “tentang masa depan yang terbuka di hadapan kita, sehingga hal ini mungkin benar-benar seperti yang Tuhan impikan bagi semua orang: masa depan yang damai dan indah bagi seluruh umat manusia.”
**Christopher Wells (Vatican News)
Diterjemahkan dari: Pope asks children to be “artisans of peace”
Baca juga: Bacaan Liturgi Minggu, 21 April 2024
