Gerakan 1 KBG 10 Batang Mangrove, “Think Globally Act Locally”

Dalam rangka aksi puasa pembangunan, umat katolik Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu melakukan Gerakan 1 KBG 10 Batang Mangrove “Think Globally Act Locally”. Sebanyak 15.500 batang mangrove ditanam di area pesisir pantai yang berada di kebun milik Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) yang terletak di Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara pada, Sabtu (26/04) lalu.

Romo Paulus Sarmono SCJ mengatakan bahwa gerakan ini merupakan bukti konkret yang dilakukan dari renungan masa prapaskah yang bertema “Keluarga dan Komunitas Menyelamatkan Bumi”.

“Setelah melakukan renungan selama masa prapaskah, maka hal konkret yang kita lakukan adalah dengan menanam tanaman bakau atau mangrove di pinggir pantai. Selain itu, sebenarnya di wilayah ini sudah direncanakan untuk ditanami cemara, pinus, gayam, trembesi dan lain-lain. Tanaman-tanaman pesisir ini yang bukan hanya menahan abrasi, tapi juga menahan angin laut,” ujarnya.

Setidaknya ada 75 orang yang ikut dalam aksi menanam pohon mangrove, di antaranya para romo, bruder, frater, suster-suster CB, umat setiap lingkungan, perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bengkulu, dan mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Bengkulu.

Disampaikan oleh Romo Sarmono saat memimpin misa usai kegiatan menanam pohon mangrove, kegiatan ini selaras dengan cita-cita kongregasi SCJ untuk menjadikan kebun ini sebagai usaha untuk mengatasi abrasi. Selain itu, kegiatan ini dapat dilihat sebagai perwujudan pesan Paus Fransiskus untuk merawat bumi dan mencintai ibu kita, ibu bumi.

Sangat mengesankan bagi Bapak Heronimus Legino, salah satu umat yang ikut berpartisipasi dalam penanaman mangrove. Ia mengatakan bahwa ternyata merawat bumi ini menjadi hal yang sangat penting bagi kita, karena bumi ini menjadi ibu kita. Selayaknya kita sebagai anak minta sesuatu lalu ibu memberikan sesuatu yang terbaik, demikian pula ibu bumi ini senantiasa memberikan kesejukan, kesegaran, dan sumber air.

“Saya berharap untuk masyarakat Bengkulu, khususnya di Bengkulu Utara yang pantainya abrasi luar biasa ini ikut tergerak dan bergerak bersama untuk terus berpartisipasi juga untuk menanam dan memberikan yang terbaik untuk pantai ini, ikut serta dalam penanaman mangrove, penghijauan mangrove di Pantai ini,” lanjut Pak Hero.

Hal ini sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh Bruder Daryono SCJ yang berharap semoga ada kelanjutan setelah penanaman ini.

“Semoga kita tidak hanya berhenti di sini karena kita juga perlu udara bersih, ekologi yang sungguh-sungguh baik. Setelah ditanam juga dipelihara. Biasanya memelihara itu lebih sulit daripada menanam, maka diperlukan ketekunan untuk memelihara tanaman-tanaman disini,” pungkasnya.

Harapan lain juga disampaikan oleh para mahasiswa yang berharap agar teman-teman mahasiwa terlebih aktivis semakin menggalakan lagi penanaman pohon dengan jangkauan yang lebih luas serta turut menjaga keseimbangan alam.

**Komsos Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu.  

Leave a Reply

Your email address will not be published.