Renungan Harian Rabu, 24 September 2025

Ezra 9:5–9; Lukas 9:1–6; BcO: Yesaya 7:1–17; (H)

Bergantung pada Allah

Bergantung pada Yesus | Foto: Pinterest

Saudara-saudari yang terkasih, Ezra, seorang imam yang diutus Allah di tengah bangsa Israel memiliki tanggung jawab yang besar, mewartakan sabda Allah. Ketika  bangsa Israel jatuh ke dalam dosa, Ezra tidak tahan dan berlutut dihadapan Allah dengan pakaian yang terkoyak, melambangkan hatinya yang hancur melihat situasi bangsa Israel pada masa itu. Kerendahan hati seorang Ezra menjadi permenungan yang sangat mendalam bagi kita. Dalam dunia dewasa ini seringkali kita ingin selalu “tampil baik” dan menutupi kekurangan. Namun, Ezra membuka pemahaman bahwa Rahmat Allah hanya akan masuk ke dalam diri orang yang mau mau membuka diri dan rendah hati.

Para murid dalam kisah Injil hari ini diutus untuk mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang. Mereka diberi kuasa untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan penyakit. Dalam perutusan itu Yesus berpesan kepada para murid untuk percaya penuh kepada Allah dan bergantung hanya kepadaNya saja, “jangan membawa apa-apa dalam perjalanan”.

Kerendahan hati Ezra menjadikannya utusan Allah yang kuat dan berani. Kuasa yang diberikan Yesus kepada kedua belas muridnya membuat mereka sampai pada bentuk pelayanan dan pemberian diri, dan itu merupakan bentuk kerendahan hati. Yesus memberi para murid kuasa untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan, namun menekankan untuk pergi dengan sederhana tanpa bekal, agar mereka dapat sepenuhnya mengandalkan pemeliharaan dan kuasa-Nya, bukan pada harta duniawi. Pesan ini mengajak kita untuk fokus pada tugas perutusan kita sebagai murid, mengutamakan pewartaan Injil, serta mengandalkan Tuhan dalam segala keterbatasan hidup kita.

Tuhan juga mengingatkan kita, apakah dalam situasi sulit kita tetap mengandalkan Tuhan? Dalam situasi keterbatasan kita merasa sering tidak berdaya. Kita menjadi tidak mampu menjalani tugas dan hidup kita. Akan tetapi, kita sering lupa bahwa sebelum Tuhan mengutus kita di setiap tugas dan panggilan kita masing-masing, Ia telah memberikan tenaga dan kuasa (Luk 9:1), sehingga tugas perutusan kita dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk senantiasa mengandalkan Dia yang adalah tumpuan dan tujuan hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita.

Fr. Frans Stefanus

Tingkat 3-Calon imam KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.