Keuskupan Agung Palembang menjadi tuan rumah Uji Coba Modul Safeguarding Jaringan Nasional Caritas Indonesia pada 23-25 September 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Wismalat Podomoro Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan tindaklanjut dari Workshop Pengenalan dan Pemetaan Standar Minimum Safeguarding Jaringan Nasional Caritas Indonesia yang dilaksanakan di Catholic Center Bali pada 28-31 Juli 2025 ini dibuka oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang pada Selasa (23/9/2025).
Kegiatan uji coba ini diikuti oleh 52 peserta terdiri dari staf dan relawan Caritas Keuskupan Purwokwerto dan utusan dari Caritas-PSE Keuskupan Agung Palembang, di antaranya adalah Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Palembang, Pastor Laurentius Rakidi. Hadir sebagai fasilitator dalam kegiatan ini adalah Susi Indraswari, Frisca Anindhita, Yohanes Baskoro, dan Sr. Bibiana SJMJ serta dua orang observer, yaitu Anastasia Yuria (Keuskupan Purwokerto) dan Yoyon Santoso (Keuskupan Agung Palembang).

Sebagai badan kemanusiaan Gereja Katolik Indonesia yang didirikan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada 17 Mei 2006, Caritas Indonesia memiliki komitmen besar untuk meningkatkan tata kelola organisasi yang efektif dan efisien melalui program peningkatan kapasitas Safeguarding untuk Jaringan Caritas Indonesia. Program tersebut dimaksudkan untuk semakin meningkatkan komitmen agar hak-hak dan martabat setiap individu dihormati, berpihak kepada mereka yang lemah, anak-anak, perempuan maupun orang dewasa rentan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembuatan Modul Pelatihan Safeguarding. Penyusunan modul ini menjadi salah satu program penting bagi jaringan Caritas Indonesia. Uji coba ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menggali, melihat bersama, dan memperkaya isi modul sehingga dapat segera dilakukan tahapan berikutnya hingga finalisasi. Harapannya adalah modul yang disusun secara komprehensif dan efektif tersebut dapat menjadi pedoman dan perlindungan bagi semua individu yaitu anak-anak, orang dewasa rentan, staf, relawan maupun mitra serta masyarakat yang dilayani dalam lingkungan program dan kegiatan pelayanan Caritas Indonesia.
Dalam sambutannya, Pastor Laurentius Rakidi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. “Selamat datang di Wismalat Podomoro. Di sinilah tempat kita berproses untuk beberapa hari ke depan. Semoga dengan perayaan Ekaristi yang membuka acara kita pada hari ini, kita semakin dimampukan untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga dapat menambah pemahaman dan pengetahuan kita. Pada akhirnya, kita dapat meningkatkan pelayanan kita di keuskupan masing-masing”, ungkapnya.

Selayang Pandang
Caritas Indonesia adalah yayasan dengan motto Belas Kasih Kita yang menerima mandat dari KWI menjadi koordinator, fasilitator, dan animator bagi karya pelayanan sosial pastoral di 38 Keuskupan dan 24 Caritas Keuskupan di Indonesia yang terintegrasi dengan Caritas Asia dan Caritas International.

Fokus karyanya adalah pelayanan cinta kasih, mengurangi dampak krisis kemanusiaan, memberdayakan masyarakat, memberantas segala bentuk kemiskinan, meningkatkan kesiapsiagaan dalam tanggap darurat, manajemen pengurangan risiko bencana, membangun masyarakat tangguh di daerah rawan bencana, serta menyediakan peningkatan kapasitas bagi staf Caritas Keuskupan dan fasilitator komunitas. Selain itu, lembaga ini juga berkomitmen untuk memajukan perdamaian, keadilan, hak asasi manusia, dan dialog antaragama dalam berbagai bentuk aksi kemanusiaan.
**RD. Titus Jatra Kelana
Foto: Komsos KAPal
