Paroki Allah Mahamurah Pasang Surut Gelar Lomba BKSN 2025

Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2025, Paroki Allah Mahamurah Pasang Surut mengadakan serangkaian perlombaan yang dilaksanakan di aula Paroki Allah Mahamurah pada Sabtu-Minggu, 27–28 September 2025. Aneka perlombaan yang digelar adalah Lomba Koor, Lomba Cerdas Cermat Keluarga (CCK), Lomba Mewarnai kategori PAUD- Kelas 3 SD dan Kelas 4-5 SD, serta Lomba Mazmur, dan Lomba Lektor yang masing-masing terbagi dalam dua kategori, yaitu remaja dan dewasa.

Hadir sebagai dewan juri dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh umat dari berbagai stasi di paroki ini adalah Sr. M. Annette FCh, Sr. Lusia CM, dan Fr. Marcelinus SCJ. Kehadiran umat yang begitu besar menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam merayakan Bulan Kitab Suci dengan penuh sukacita iman.

Paduan suara dari Paroki Allah Mahamurah Pasangsurut

Ketua Panitia Lomba BKSN 2025, Diakon Fransiskus Dedy Saputra SCJ dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesediaan umat untuk hadir meski menempuh jarak yang jauh dari berbagai stasi dan berhimpun bersama dalam semangat persaudaraan. Ia juga memberi apresiasi atas keterlibatan umat yang menunjukkan kebersamaan dalam merayakan BKSN 2025 meski dengan kondisi fasilitas kegiatan dan penginapan yang terbatas.

Rangkaian kegiatan penuh syukur tersebut ditutup dengan Perayaan Ekaristi pada Minggu (28/9/2025) siang yang dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki Allah Mahamurah sekaligus Direktur Panti Asuhan St. Maria Pasangsurut, Pastor Finsentius Ari Setiono SCJ. Tampak hadir mendampingi sebagai konselebran adalah Pastor Paroki Allah Mahamurah, Pastor David Buntoro SCJ dan Pastor Stephanus Lisdiyanto SCJ.

Dalam homilinya, Pastor Ari SCJ mengingatkan umat akan pentingnya memperbarui relasi. Ia menegaskan bahwa perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus mengajarkan umat untuk tidak hanya berdamai dengan diri sendiri, tetapi juga menjalin relasi yang baik dengan sesama, keluarga, dan Tuhan.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap situasi sekitar kita. Jika tidak mampu berbagi materi, kita tetap dapat berdoa, menyapa, dan menghibur mereka yang berkekurangan”, ungkapnya.

Anak-anak mengikuti lomba mewarnai

Setelah perayaan Ekaristi selesai langsung dilanjutkan sesi foto bersama, pengumuman hasil lomba, pembagian hadiah, dan makan siang bersama. Kegiatan Lomba BKSN 2025 ini tidak hanya menjadi sarana hiburan Rohani bagi umat, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan antar umat separoki, memperdalam iman dan kecintaan terhadap Kitab Suci, dan mewartakan kasih melalui talenta serta keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

**Fr. Marcelinus Wahyu Setyo Aji SCJ

Foto: Dokumen Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.