Umat Dekanat Palembang Mengikuti Misa Arwah Di Kompleks Pemakaman Katolik Gandus

Sebanyak 500 umat Dekanat Palembang mengikuti  Misa Arwah di kompleks Pemakaman Katolik Santo Fransiskus Assisi, Gandus yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto Minggu (9/11/2025) pukul 13.00 WIB.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto memimpin perayaan Misa Arwah di Pemakaman Gandus.

Ketua Forum DPP Dekanat Palembang, Handoko, dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa Misa Arwah ini diikuti oleh umat dari paroki yang ada di Dekanat Palembang, khususnya di kota Palembang. “Kita berharap dapat bersama-sama mengikuti misa sekaligus  menjadi sebuah momen kesempatan untuk berziarah ke makam yang ada di sini,” ungkapnya.

Ketua Forum DPP Dekanat Palembang, Bapak Handoko.

Mengawali homilinya Romo Kristianto mengisahkan bahwa pemakaman ini mulai digunakan sejak 12 tahun silam, ditandai dengan pemakaman dua jenazah yang dipindahkan dari kompleks Pemakaman Charitas, seorang awam dan Diakon Rovinus Roni Gambut. Ia juga menjelaskan tentang desain kompleks pemakaman ini. Menurut Romo Kristianto, teras utama dari awal sudah direncanakan untuk makam para romo atau imam. Sejak diresmikan pada 2013, saat ini sudah ada 670 orang yang dimakamkan di tempat ini.

“Kita tidak melihat orang yang mati itu adalah orang yang terbuang, tapi mereka adalah bagian dari Gereja, rasanya kita pantas untuk menghargai dan menghormati mereka.  Sudah selayaknya sepantasnya kita menghormati dan menghargai mereka, sekalipun mereka sudah mati.  Bahwa semua yang percaya kepadaNya tidak akan dibiarkan hilang, tidak akan dibiarkan terbuang, itu landasan atau pijakan bagi kita yang ada di tempat ini, mereka yang percaya apalagi sudah diberi meterai pembaptisan, sudah diberi tanda keselamatan oleh Allah, itu dijamin keselamatannya,” terangnya.

Romo Yohanes Kristianto memberikan homili.

Imam yang pernah berkarya di Paroki St. Yoseph Palembang ini juga mengingatkan bahwa  di pemakaman ini tetap ada ikatan emosional yang terbangun, sekalipun mereka sudah sekian waktu dimakamkan di tempat ini. “Ketika kita berada di pemakaman ini, sebenarnya sekaligus ikatan dan ingatan kepada kita semua yang masih hidup bahwa pada saatnya kita pun akan mengalami hal yang sama,” tutur Romo Kristianto. 

Mengakhiri homilinya, Romo Kristianto pun menyampaikan harapannya agar umat tidak menghabiskan energi untuk memikirkan kematian, melainkan berusaha dengan setia menghidupi panggilan kristiani, yaitu hidup di dalam Roh karena buah-buah roh itu sangat indah,  luar biasa, dan nilai-nilainya sangat berkenan kepada Tuhan.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pengelola Taman Pemakaman Gandus, Ignatius Winarno  dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tim Pengelola telah menerbitkan buku pedoman tata cara atau tata tertib pemakaman di tempat ini.  Ia berharap agar para Pastor Paroki, Ketua DPP atau pihak-pihak terkait dapat menyosialisasikan pedoman ini kepada umat yang ada di Kota Palembang agar pelayanan dan pengelolaan taman makam dapat berjalan dengan lebih baik.

Menurutnya, landasan utama dalam pengelolaan makam ini adalah semangat pelayanan dan kerja sama. Selain menjelaskan  tentang rencana pengembangan kompleks makam dengan memulai pembangunan turap keempat yang akan diproyeksikan menjadi makam anak-anak balita, ia juga menyampaikan ajakannya bagi seluruh umat, khususnya mereka yang anggota keluarganya dimakamkan di tempat ini untuk dapat bergotong-royong membersihkan kompleks pemakaman ini.

“Menjadi pemikiran kami bahkan masukkan dari beberapa umat, seandainya bapak dan ibu ingin tempat ini selalu bersih, gotong royong  tidak setahun sekali bisa 3 atau 4 kali setahun, sehingga terus-menerus kita perhatikan, kita kontrol, dan kita pelihara,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo. Seraya mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengelola Makam Gandus, dalam sambutannya ia juga berharap agar umat turut bekerja sama dalam upaya merawat dan menjaga kebersihan kompleks pemakaman ini, sehingga menjadi bersih, indah, dan nyaman untuk berdoa.

Dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo.

Rangkaian perayaan ditutup dengan ziarah ke makam keluarga. Umat membawa air dan bunga-bunga tabur yang sebelumnya telah diberkati oleh Romo Kristianto.

B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Foto: Dokumen Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.