“Porseni ini ditangani oleh orang-orang muda yang penuh dedikasi, yang hadir dengan kerelaan dan keikhlasan. Mereka terlibat bukan karena paksaan, melainkan karena panggilan dan tanggung jawab bersama. Mari kita mempersembahkan seluruh rangkaian perjalanan Porseni kepada Allah Bapa, sambil memohon berkat dan perlindungan-Nya agar segala yang kita persiapkan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat, serta berkenan kepada Allah dan sesuai dengan kehendak-Nya.”
Demikian disampaikan oleh moderator OMK dekanat Belitang Romo Y.A.M. Fridhomulya, SCJ dalam pengantarnya pada Perayaan Ekaristi Pembuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) IX Orang Muda Katolik (OMK) Dekanat Belitang dengan tema Sehati Sejiwa, Sehat dalam Tubuh, Kuat Dalam Iman pada Senin (29/12/2025) petang.

Perayaan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Stasi Keluarga Kudus Tegalarum, paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Lebih dari 800 peserta, terdiri dari OMK se-Dekanat Belitang dan dari berbagai paroki hadir menyatu dalam suasana khidmat, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan.
Belasan imam turut mendampingi Bapa Uskup sebagai konselebran, di antaranya Ketua Komisi Kepemudaan KAPal, Romo Hieronimus Indra Sepriandika SCJ; Dekan Dekanat Belitang, Romo Silvester Joko Susanto; Moderator OMK Dekanat Belitang, Romo Y.A.M Frido Mulya SCJ; Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja, Romo Adrianus Vian Dharma; dan Pastor Paroki Sang Penebus Batuputih, Romo Sylvester Joko Susanto.

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan pentingnya keluarga dan peran orang tua dalam kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa setiap manusia lahir melalui ayah dan ibu, sehingga setiap orang dipanggil untuk menghormati orang tuanya. Sebaliknya, orang tua pun memiliki kewajiban mutlak untuk menjadi orang tua yang baik yang berjuang secara total demi kehidupan dan masa depan anak-anaknya.
Bapa Uskup juga mengajak umat meneladani Santo Yosef dan Bunda Maria. Yosef digambarkan sebagai pribadi yang setia, bijaksana, dan rela berkorban secara total demi keselamatan Yesus dan keluarganya, meskipun harus hidup dalam ketidakpastian, pengungsian, dan kerja keras yang tersembunyi. Maria pun ditampilkan sebagai sosok ibu yang penuh iman dan kesabaran, yang menjaga dan merawat Anak Kudus dengan penuh tanggung jawab meskipun diliputi kecemasan dan ketakutan.

Lebih lanjut, Mgr. Yohanes mengingatkan bahwa Allah sendiri telah meneguhkan martabat keluarga dengan mempercayakan Putra-Nya untuk dirawat dalam sebuah keluarga manusia. Ia mengaskan bahwa keluarga kristiani dipanggil menjadi Ecclesia Domestica, gereja kecil, yang menjadi sekolah kasih, kemanusiaan, iman, dan panggilan. Di tengah berbagai tantangan keluarga modern—seperti judi online, pinjaman online, narkoba, dan pergaulan bebas—umat diajak untuk menjaga keluarga agar tetap hidup dalam kejujuran, keadilan, kebenaran, dan iman.
Mengakhiri homilinya, Mgr. Yohanes mengajak kaum muda untuk menjadi pribadi yang membanggakan orang tua dan Gereja, dengan hidup baik, bertanggung jawab, dan beriman. Menurut Bapa Uskup kehadiran kaum muda akan menjadi sumber sukacita bagi keluarga dan Gereja.
Perayaan Ekaristi ini menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Porseni IX OMK Dekanat Belitang yang berlangsung pada 29 Desember 2025-1 Januari 2026. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta memperdalam iman kaum muda Katolik.
**Fr. Bednadetus Aprilyanto
