Renungan Harian Sabtu, 7 Februari 2026

1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11, 12,13,14; Mrk. 6:30-34; BcO Kej 37:2-4.12-36

“Istirahat dalam Pelukan Sang Gembala”

Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini mengajak kita untuk memandang Yesus sebagai Sang Gembala Agung yang penuh kebijaksanaan dan belas kasih. Ia tidak hanya memperhatikan kebutuhan orang banyak, tetapi juga kelelahan para murid-Nya. Dalam diri Yesus, kita melihat bagaimana pelayanan dan istirahat bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam hidup beriman.

Kisah ini diawali dengan kembalinya para rasul setelah mereka diutus untuk melayani. Mereka datang kepada Yesus dengan penuh antusiasme, menceritakan segala yang telah mereka kerjakan dan ajarkan. Namun Yesus tidak berhenti pada cerita keberhasilan mereka. Ia melihat lebih dalam, yakni keletihan tubuh dan jiwa para murid yang begitu sibuk hingga tidak sempat makan.

Karena itu Yesus mengundang mereka, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika.” Undangan ini menunjukkan bahwa Yesus memahami keterbatasan manusia. Istirahat bukanlah tanda kemalasan atau kegagalan, melainkan tindakan iman yang mengakui bahwa hidup dan pelayanan tetap berada dalam penyelenggaraan Tuhan. Kita pun membutuhkan saat-saat “menepi” agar pelayanan kita tidak berubah menjadi rutinitas yang kering, tetapi tetap bersumber dari persekutuan dengan Allah.

Namun rencana untuk beristirahat itu seolah terganggu ketika orang banyak mendahului mereka ke tempat tujuan. Jika itu terjadi pada kita, mungkin yang muncul adalah kejengkelan dan rasa terganggu. Tetapi Yesus justru dipenuhi belas kasih. Ia melihat orang banyak itu sebagai domba-domba yang tidak mempunyai gembala, jiwa-jiwa yang lelah dan kehilangan arah hidup.

Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini mengajarkan kepada kita keseimbangan yang suci. Kita diajak untuk berani berhenti sejenak demi dipulihkan, sekaligus tetap membuka hati untuk mengasihi. Di dalam pelukan Sang Gembala, kita menemukan perhentian bagi kelelahan kita dan tuntunan bagi langkah hidup kita. Marilah kita datang kepada Yesus melalui doa dan firman-Nya, agar kita dipulihkan dan kembali diutus untuk melayani dengan hati yang penuh kasih. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Romualdus Dwi-Tingkat II

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.