
Menjadi calon imam bukan sekadar soal belajar teori, tapi juga tentang bagaimana hadir di tengah umat dan mengelola pelayanan dengan hati. Itulah yang direfleksikan oleh para Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Keuskupan Agung Palembang dalam pertemuan tahap kedua yang digelar di Base Camp Sukacita Sukamoro, Banyuasin, pada 7–9 Februari 2026.
Ruang Dialog dan Pendalaman Pelayanan
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama, di mana para frater kini diajak lebih fokus mengelola bidang pelayanan tertentu hasil kesepakatan dengan pastor pembimbing. Fokusnya jelas, yaitu latihan pastoral agar pelayanan mereka lebih terarah dan menjawab kebutuhan nyata umat di lapangan.

Tak sendirian, enam frater TOP, yaitu Fr. Owen (Paroki St. Maria Pengantara Rahmat Ilahi, Lahat), Fr. Vincen (Paroki Santa Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Jambi), Fr. Fransiskus (Seminari Menengah St. Paulus Palembang), Fr. Aldo (Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja), Fr. Allan (Paroki St. Stephanus Martir Curup), dan Fr. Jonathan (Paroki Sang Penebus, Batu Putih) didampingi oleh empat imam, yaitu Romo Laurentius Rakidi, Romo Petrus Sukino, Romo Agustinus Giman, dan Romo Stepanus Supardi. Kehadiran para pendamping ini membuka ruang dialog jujur mengenai suka duka melayani umat serta pergulatan pribadi para frater.
Refleksi di Tengah Realitas Umat
Selama tiga hari, suasana cair namun mendalam menyelimuti pertemuan. Para frater tidak hanya memaparkan laporan kegiatan, tetapi juga membedah dinamika umat, seperti tantangan kurangnya keterlibatan umat di beberapa wilayah.

Menanggapi hal tersebut, para frater didorong untuk merancang langkah pastoral yang memperkuat kaderisasi dan militansi umat. Proses pertemuan ini bukan sekadar evaluasi teknis, tapi pemurnian motivasi dan peneguhan panggilan.
Fondasi Spiritual
Seluruh rangkaian kegiatan berakar pada dimensi spiritual, dengan Ekaristi dan ibadat harian sebagai pusatnya. Di hari terakhir, para imam pendamping membekali para frater dengan materi pembinaan yang mencakup dimensi manusiawi, rohani, intelektual, dan pastoral.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen para frater untuk merumuskan langkah konkret sebagai tindak lanjut masa TOP mereka. Temu TOP Tahap Kedua ini sukses menjadi sarana rahmat bagi para calon imam untuk semakin matang, bertanggung jawab, dan setia dalam menghayati panggilan mereka.
***Fr. Fransiskus (Laporan dari Sukomoro)
