
Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Lubuk Linggau semakin nyata. Hal ini terlihat saat Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, menghadiri langsung prosesi peletakan batu pertama perluasan Gedung Gereja Katolik Paroki Penyelenggaraan Ilahi, Selasa (10/2/2026). Pastor Paroki Lubuk Linggau, Romo Makarius Samandi dan Pastor Rekan, Romo Stanislaus Kostka Bima tampak hadir bersama Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Panitia Pembangunan, dan sejumlah perwakilan umat.

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga bukti dukungan penuh pemerintah terhadap kenyamanan ibadah seluruh warganya.
Bukan Sekadar Bangunan Fisik
Dalam sambutannya, H. Rustam Effendi menekankan bahwa perluasan gereja ini memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Menurutnya, rumah ibadah merupakan pusat pembinaan iman sekaligus wadah untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah senantiasa mendukung pembangunan sarana ibadah bagi seluruh umat beragama, selama dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rustam.
Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan gereja ini adalah cerminan dari kerukunan umat beragama yang terjaga dengan sangat baik di Lubuk Linggau.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Kehadiran jajaran pejabat penting dalam acara ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga persatuan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lubuk Linggau, Hj. Risca Priba Ayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lubuk Linggau dan perwakilan perangkat daerah, tokoh agama serta para undangan lainnya.

Harapan untuk Umat
Pemerintah Kota Lubuk Linggau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kekompakan umat Katolik dalam merealisasikan perluasan gedung ini. Dengan gedung yang lebih luas, diharapkan aktivitas peribadatan dan kegiatan sosial keagamaan nantinya dapat berjalan lebih nyaman dan optimal bagi seluruh jemaat.
Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kelancaran proses pembangunan hingga selesai, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh umat dan masyarakat sekitar.
***TJK (Redaksi)
