Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo: AI Harus Menjadi Alat Pewartaan Logos

Rapat Anggota SIGNIS Indonesia ke-52 resmi dibuka dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, di Gedung Bumi Silih Asih, Bandung, Selasa (24/2/2026) petang. Hadir mendampingi sebagai konselebran di antaranya Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng, Presiden Signis Indonesia, Romo Steven Lalu, dan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Bandung Romo Kosman Sianturi OSC.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo memimpin perayaan Ekaristi pembukaan Rapat Anggota SIGNIS Indonesia ke-52. | Foto: Dokumentasi Komsos Keuskupan Bandung

Mengangkat tema Artificial Intelligence dalam Terang Iman: Peluang dan Tantangan bagi Pastoral Komunikasi, pertemuan tahunan ini mengajak para pegiat komunikasi Gereja untuk melihat AI bukan sekadar kecanggihan teknologi, melainkan alat untuk menyebarkan Firman Tuhan di era digital.

Menyalakan Api Misi di Tengah Perubahan

Dalam homilinya, Mgr. Agustinus menegaskan bahwa komunikasi adalah jantung persekutuan Gereja. Beliau mengingatkan bahwa misi Gereja tidak akan berjalan tanpa komunikasi yang hidup dan mampu menjangkau dunia luar.

Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. | Foto: Dokumentasi Komsos Keuskupan Bandung

Sesuai dengan nama SIGNIS yang berarti “Tanda” (signum) dan “Api” (ignis), Mgr. Agustinus menekankan pentingnya menjaga api Roh Kudus agar tetap menyala dalam setiap karya komunikasi. Para komunikator Katolik dipanggil untuk memastikan api misi ini tidak redup meski zaman terus berubah.

Menghadapi Realitas AI

Terkait fenomena AI, Mgr. Agustinus memberikan perumpamaan yang kuat. AI menurut Bapa Uskup adalah realitas yang tak terelakkan ibarat hujan yang sudah turun dan meresap ke berbagai lini kehidupan, mulai dari kesehatan hingga teologi. Teknologi ini sudah meluncur dan manusia tidak mungkin kembali ke titik nol. Meski canggih, AI membawa tantangan serius seperti potensi manipulasi informasi dan penyalahgunaan identitas melalui suara atau gambar.

Menjadikan Teknologi sebagai Pelayan “Logos”

Secara reflektif, Mgr. Agustinus mengajak peserta untuk tidak hanya terpesona oleh kecanggihan AI. Beliau menekankan bahwa secara teologis, AI harus dikendalikan untuk menyalurkan Logos (Firman Allah) yang memiliki daya transformasi bagi manusia.

Peserta Rapat Anggota SIGNIS Indonesia ke-52. | Foto: Dokumentasi Komsos Keuskupan Bandung

“Pertemuan ini bukan untuk terkejut bersama, tetapi untuk menemukan bagaimana teknologi ini dipakai demi misi Allah,” tegasnya. Harapannya, Rapat Anggota ke-52 ini mampu melahirkan langkah konkret agar komunikasi Gereja tetap relevan dan berdampak di era digital.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.