
Remaja Katolik (Remaka) dari berbagai paroki di Dekanat Palembang berkumpul dalam kegiatan Dehonian Day ke-183 yang diselenggarakan di Paroki Hati Kudus Palembang pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini diadakan untuk memperingati hari kelahiran Leo Dehon, pendiri Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ).
Dengan mengangkat tema “Remain in My Love” (Yohanes 15:9), kegiatan ini mengajak para remaja Katolik untuk semakin tinggal dalam kasih Kristus serta menghidupi spiritualitas Hati Kudus Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Superior SCJ Wilayah Palembang, Romo Laurentius Suwanto SCJ. Tampak hadir mendampingi sebagai konselebran adalah Pastor Paroki Hati Kudus, Romo Vinsensius Sri Herimanto SCJ, Romo Albertus Joni SCJ, dan belasan imam lainnya.

Ketakutan Modern
Dalam homilinya, Romo Albertus Joni SCJ mengajak para peserta untuk merefleksikan berbagai ketakutan yang sering dialami manusia pada zaman sekarang. Ia menyebutkan empat bentuk ketakutan yang kerap muncul dalam kehidupan, yaitu ketakutan akan kegagalan, ketakutan untuk menerima cinta, ketakutan untuk tampil buruk di hadapan orang lain, serta ketakutan akan sakit dan kematian.
Melalui refleksi tersebut, imam dehonian yang akrab disapa Romo Koko itu mengajak para remaja untuk tidak dikuasai oleh ketakutan, melainkan berani hidup dalam kasih Kristus. Menurutnya, dengan tinggal dalam kasih Kristus, manusia dapat menghadapi berbagai tantangan hidup dengan harapan dan keberanian.

Setelah perayaan Ekaristi, sukacita dalam kebersamaan berlanjut dengan menikmati snack yang disusul rangkaian acara utama berupa berbagai perlombaan yang diikuti oleh perwakilan remaja dari masing-masing paroki. Ada beberapa cabang lomba yang disajikan, yaitu paduan suara, film pendek Dehonian, cerdas cermat Dehonian, desain poster, serta story telling bertema Dehonian. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan, sekaligus menjadi sarana mempererat persaudaraan di antara para remaja Katolik.

Menjelang siang hari, para peserta beristirahat untuk makan siang bersama yang disambung dengan pengumuman para pemenang dari setiap lomba yang telah dilaksanakan.
Dalam lomba Story Telling Dehonian, juara pertama diraih oleh Stasi Santo Hilarius Paroki St. Yoseph, disusul oleh Paroki Santo Petrus Kenten sebagai juara kedua, dan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Seberang Ulu sebagai juara ketiga.
Pada lomba Paduan Suara Dehonian, Paroki Santo Yoseph berhasil meraih juara pertama, diikuti Paroki Santo Fransiskus de Sales sebagai juara kedua, serta Paroki Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih sebagai juara ketiga.

Sementara itu, dalam lomba Cerdas Cermat Dehonian, Paroki Hati Kudus berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Paroki Santa Maria Ratu Rosari Seberang Ulu sebagai juara kedua, dan Paroki Santo Fransiskus de Sales sebagai juara ketiga.
Pada lomba Desain Poster Dehonian, juara pertama diraih oleh Paroki Santo Yosep, juara kedua oleh Stasi Santo Hilarius Paroki St. Yoseph, dan juara ketiga oleh Paroki Santo Stefanus Talang Betutu.

Adapun dalam lomba Film Pendek Dehonian, juara pertama diraih oleh Paroki Santo Petrus, juara kedua oleh Paroki Hati Kudus, dan juara ketiga oleh Paroki Santo Paulus Plaju.
Melalui kegiatan Dehonian Day ini, para remaja Katolik diharapkan semakin mengenal spiritualitas Hati Kudus Yesus serta terinspirasi oleh teladan hidup Leo Dehon untuk hidup dalam kasih, keberanian, dan semangat pelayanan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para remaja Katolik untuk mempererat persaudaraan serta membangun iman bersama dalam komunitas Gereja.
***Christreeve Chanhiro (Tim Publikasi Panitia Dehonian Day)
