Renungan Harian Rabu, 22 April 2026

Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40.

Akulah Roti Hidup

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini kita mendengarkan pengajaran Yesus tentang Roti Hidup. Pernyataan ini bukanlah kata-kata kosong atau dangkal. Disampaikan setelah mukjizat pergandaan roti, sabda Yesus mengandung makna pengorbanan dan cinta yang mendalam. Ia menjawab kerinduan orang banyak akan makanan yang bertahan, bukan sekadar seperti manna yang hanya mengenyangkan sementara. Karena itu, roti tidak lagi dipahami hanya sebagai pemenuh kebutuhan jasmani, tetapi sebagai santapan yang mengenyangkan jiwa—sebuah pergeseran dari roti jasmani menuju roti rohani.

Dalam Gereja Katolik, sabda ini dipahami secara khusus dalam terang sakramen Ekaristi, di mana Yesus memberikan diri-Nya sebagai “Roti Kehidupan” bagi umat-Nya. Dalam Ekaristi, kita menerima Tubuh Kristus sebagai makanan rohani yang menguatkan iman. Di sini tampak misteri karya keselamatan Allah Tritunggal: Bapa menganugerahkan rahmat iman, bukan semata hasil usaha manusia, melainkan dorongan ilahi yang menuntun kita untuk percaya. Maka siapa pun yang datang kepada Kristus tidak akan ditolak, karena Ia datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan.

Para Bapa Gereja seperti Santo Yohanes Krisostomus dan Santo Agustinus menafsirkan “tidak akan lapar dan haus” sebagai persekutuan kekal dengan Allah, suatu keadaan tanpa kekurangan. Mereka menekankan bahwa kerendahan hati membawa manusia semakin dekat kepada Allah, sementara kesombongan justru menjauhkan. Ketaatan Kristus kepada kehendak Bapa menjadi teladan bagi kita untuk menyerahkan kehendak pribadi kepada kehendak Allah. Kehendak Bapa adalah agar setiap orang yang percaya kepada Anak memperoleh hidup kekal dan kebangkitan, sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk tidak menolak rahmat itu.

Saudara-saudari terkasih, dalam masa Paskah ini kita diajak untuk datang kepada Yesus yang bangkit sebagai Roti Hidup dalam Ekaristi. Di sanalah kita menerima Tubuh-Nya yang memberi kehidupan kekal dan menjadi jaminan kebangkitan kita: “Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman.” Marilah kita merayakan Paskah dengan iman yang hidup, yang tampak dalam kesetiaan melaksanakan kehendak Allah setiap hari. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. IrvantinusTingkat II

Leave a Reply

Your email address will not be published.