
BENGKULU – Masih dalam rangka perayaan 100 tahun, Paroki Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu menggelar Perayaan Ekaristi Inkulturasi Jawa pada Selasa (16/06) pukul 08.00 WIB. Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh umat dari berbagai lingkungan dan stasi ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono SCJ didampingi Romo Paulus Josse Pratama SCJ.
Sejak awal perayaan, suasana khas budaya Jawa sudah terasa melalui berbagai unsur liturgi yang dihadirkan, mulai dari busana petugas liturgi hingga musik iringan. Inkulturasi yang ditampilkan tidak mengurangi makna sakral Ekaristi, melainkan memperkaya pengalaman spiritual umat sekaligus menjadi wujud nyata upaya Gereja dalam menghidupi keberagaman budaya sebagai sarana pewartaan dan penghayatan iman.
Dalam homilinya, Romo Sarmono mengajak umat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kerukunan yang menjadi bagian penting dari budaya lokal maupun ajaran Kristiani. Semangat kebersamaan tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, khususnya di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Perayaan Ekaristi Inkulturasi Jawa ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarumat. Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga para lansia, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan kehidupan menggereja.
Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan Kelompok Kuda Lumping Ngesti Budoyo dan Paduan Suara Ngudiluhur. Penampilan yang menarik perhatian dan menghibur seluruh umat yang hadir ini juga menjadi bentuk ungkapan syukur serta kebersamaan dalam suasana perayaan yang penuh kegembiraan.

Selain pertunjukan seni, panitia juga menyelenggarakan doorprize dengan beragam hadiah menarik. Sorak gembira dan tepuk tangan terdengar setiap kali nomor pemenang diumumkan, menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan.
Melalui Perayaan Ekaristi Inkulturasi Jawa dan rangkaian kegiatan budaya yang menyertainya, Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam merawat iman sekaligus melestarikan budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda yang memperkuat persaudaraan, memperkaya kehidupan menggereja, serta menjadi ruang perjumpaan yang membangun kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

***Eduardus Kristiawan (KOMSOS St. Yohanes Penginjil, Bengkulu)
