Kembali ke Hati sebagai Pusat Hidup: 120 Remaja Ikuti Retret Iman di Paroki Kristus Raja Tugumulyo

Romo Jackson memberikan materi retreat. | Foto: Komsos Pakrisja-OKI

Tugumulyo-OKI, 25 Juni 2026 – Sebanyak 120 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMK mengikuti Retret Remaja Sekolah yang diselenggarakan oleh Paroki Kristus Raja Tugumulyo, OKI, pada Kamis (25/6/2026). Mengusung tema “Kembali ke Hati sebagai Pusat Hidup”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman bagi kaum muda untuk semakin mengenal diri, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menemukan arah hidup yang berakar pada nilai-nilai Kristiani.

Sejak pagi hari, para peserta telah memenuhi lokasi kegiatan dengan penuh semangat. Setelah proses registrasi, acara dibuka secara resmi melalui doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua DPP, dan Pastor Paroki. Suasana semakin meriah ketika gong dibunyikan sebagai tanda dimulainya rangkaian retret.

Anak-anak berdinamika dalam retreat. | Foto: Komsos Pakrisja-OKI

Pada sesi pertama, para peserta diajak merefleksikan tema “Fenomena Kedangkalan Zaman dan Efeknya Bagi Kehidupan Remaja – Hati Sebagai Pusat Hidup Manusia.” Melalui materi ini, para remaja diajak menyadari berbagai tantangan yang hadir di era digital, mulai dari derasnya arus informasi, budaya serba instan, hingga pengaruh media sosial yang kerap memengaruhi cara berpikir dan bertindak. Di tengah berbagai tantangan tersebut, peserta diajak untuk kembali menemukan hati sebagai pusat kehidupan, tempat lahirnya nilai, keputusan, dan arah hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Memasuki sesi kedua yang bertema “Makna Tindakan Yesus sebagai Teladan Hidup dari Hati,” peserta diajak semakin dekat dengan pribadi Yesus melalui berbagai metode pembelajaran yang interaktif. Pada bagian pertama, “Makna Tatapan dan Sentuhan Yesus,” para peserta merenungkan bagaimana Yesus hadir dengan kasih, perhatian, penerimaan, dan kepedulian kepada setiap orang yang dijumpai-Nya. Refleksi ini membantu peserta memahami bahwa setiap tindakan kasih yang tulus berawal dari hati yang terbuka kepada Tuhan dan sesama.

Anak-anak menulis refleksi. | Foto: Komsos Pakrisja-OKI

Sementara itu, pada bagian kedua, “Makna Kata-kata Yesus,” peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil menggunakan metode Sharing 7 Langkah. Melalui pendalaman Kitab Suci dan berbagi pengalaman hidup, para peserta diajak menemukan pesan-pesan Yesus yang relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar dan generasi muda masa kini.

Tidak hanya menjadi sarana pendalaman iman, retret ini juga mempererat kebersamaan antar peserta. Saat makan siang bersama, tampak suasana penuh keakraban antara peserta, pendamping, guru, dan panitia. Canda, tawa, dan percakapan hangat mewarnai kebersamaan yang semakin memperkuat semangat persaudaraan selama kegiatan berlangsung.

Foto bersama setelah retreat. | Foto: Komsos Pakrisja-OKI

Melalui retret ini, Paroki Kristus Raja Tugumulyo berharap para remaja tidak hanya memperoleh pengetahuan iman, tetapi juga mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang menyentuh hati mereka. Dengan demikian, mereka mampu bertumbuh menjadi generasi muda Katolik yang memiliki kedalaman spiritual, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Agustinus Aldi (Kontributor Pakrisja-OKI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.