
JAMBI – Paroki St. Gregorius Agung Jambi menjadi pusat perhatian umat Katolik pekan ini. Mulai Kamis (25/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026), ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta delegasi dari Vietnam dan Filipina, berkumpul untuk mengikuti Temu Akbar Nasional Komunitas Awam Dehonian (Tebarnas KAD) dan Dehonian Youth 2026.
Acara yang menjadi ajang perjumpaan, pendalaman spiritualitas, dan penguatan persaudaraan ini resmi dibuka pada Kamis (25/6/2026) dengan meriah melalui suguhan kekayaan budaya lokal.
Sambutan Hangat Budaya Jambi
Para peserta dan tamu undangan langsung disambut dengan Tari Sekapur Sirih, tarian khas Jambi yang melambangkan penghormatan dan ucapan selamat datang. Suasana pembukaan semakin semarak saat siswa-siswi SMA Xaverius 2 Jambi membawakan Tari Dayak dengan penuh semangat yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Sebagai bentuk penghormatan khusus kepada tamu mancanegara, panitia menyematkan lacak, penutup kepala adat khas Jambi, kepada perwakilan peserta dari Vietnam dan Filipina. Prosesi ini menjadi simbol hangatnya penerimaan dan persaudaraan lintas negara dalam keluarga besar Dehonian.
“Pertemuan ini adalah kesempatan berharga untuk saling mengenal, berbagi pengalaman pelayanan, dan memperkuat kebersamaan kita,” ujar Ketua Panitia, Mateus Hutabarat, dalam sambutannya yang penuh rasa syukur.
Bertumbuh dalam Semangat Kasih
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua KAD Nasional, Haryadi. Ia menegaskan bahwa kehadiran peserta yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan luar negeri tempat para anggota Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) Provinsi Indonesia berkarya adalah bukti nyata hidupnya spiritualitas Dehonian.

Menurut Haryadi, momen ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. “Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk saling belajar, saling mendengarkan, dan bertumbuh bersama dalam semangat kasih Hati Kudus Yesus,” tuturnya.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh para imam SCJ, para pendamping, serta seluruh peserta lintas generasi. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengalaman iman yang berharga untuk diterapkan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
***Lisbet Theresa Pakpahan (Komsos Paroki St. Gregorius Agung)
