Am. 5:14-15.21-24; Mzm. 50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17; Mat. 8:28-34
Carilah Kebaikan

Saudara-saudari terkasih, bacaan suci hari ini menghadirkan teguran sekaligus penghiburan. Nabi Amos dalam bacaan pertama menegaskan bahwa Allah tidak berkenan pada ibadah yang hanya lahiriah, melainkan menghendaki keadilan yang mengalir seperti sungai. Sementara Injil Matius menunjukkan kuasa Yesus yang mengusir roh jahat dari dua orang yang dirasuki setan. Kedua bacaan ini mengingatkan kita bahwa hidup beriman bukan sekadar ritual, melainkan keberanian memilih kebaikan dan percaya pada kuasa Kristus yang membebaskan.
Melalui bacaan hari ini kita dapat menemukan tiga poin penting. Pertama, mencari yang baik dan menolak yang jahat. Nabi Amos mengingatkan umat Israel bahwa hidup sejati hanya ditemukan bila mereka sungguh mencari kebaikan. Allah tidak berkenan pada korban persembahan tanpa hati yang tulus. Pesan ini mengajak kita untuk tidak berhenti pada doa atau liturgi, tetapi menghadirkan kasih, kejujuran, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, percaya pada kuasa Yesus atas kegelapan. Dalam Injil, roh jahat gentar di hadapan Yesus dan tidak mampu bertahan. Hal ini meneguhkan kita bahwa setiap bentuk kejahatan, ketakutan, atau godaan yang kita alami tidak pernah lebih besar daripada kuasa Kristus. Ia selalu hadir untuk membebaskan dan memulihkan hidup kita, sama seperti Ia membebaskan dua orang yang dirasuki setan.
Ketiga, berani bersaksi dengan hidup yang adil. Amos menutup dengan seruan agar keadilan mengalir seperti sungai. Kesaksian iman bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan nyata yang menegakkan kebenaran. Demikian pula Injil menantang kita untuk berani mengakui Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas hidup, meski kadang dunia menolak atau merasa terganggu oleh kehadiran-Nya.
Saudara-saudari terkasih, dari kedua bacaan ini kita diajak untuk mengubah cara hidup kita: mencari kebaikan, percaya pada kuasa Kristus, dan berani bersaksi lewat keadilan. Semoga permenungan ini semakin menguatkan iman kita, sehingga hidup kita sungguh menjadi aliran kebaikan yang memuliakan Allah. Selalu ingat bahwa Allah adalah pemilik hidup kita dan Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas segala kuasa jahat. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. Amin.
Fr. Dino Fajar Arya Putra
