Renungan Harian Kamis, 13 Agustus 2026

PF St. Pontianus dan St. Hippolitus
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57.58-59.61-62; Mat. 18:21–19:1; BcO Za. 11:4–12:8

Belajar Mengampuni Setiap Hari

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini, Petrus bertanya kepada Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?” Mungkin pertanyaan itu juga pernah muncul dalam hati kita. Mengampuni memang tidak mudah, apalagi jika luka yang kita alami begitu dalam. Namun Yesus menjawab bahwa pengampunan tidak dibatasi oleh hitungan, melainkan menjadi cara hidup setiap orang yang telah lebih dahulu menerima kasih dan pengampunan dari Allah. Melalui perumpamaan tentang hamba yang tidak tahu berterima kasih, Yesus mengingatkan bahwa kita dipanggil untuk mengampuni sebagaimana Allah telah mengampuni kita.

Sebagai seorang frater yang sedang menjalani masa liburan, Injil ini mengajak saya untuk melihat kembali relasi dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitar. Masa liburan bukan hanya waktu untuk beristirahat dari rutinitas seminari, tetapi juga kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga dan orang-orang terkasih, membangun kembali hubungan yang mungkin renggang, meminta maaf jika pernah menyakiti, dan belajar mengampuni jika pernah dilukai. Di tengah keluarga dan lingkungan asal, justru di sanalah kasih dan pengampunan diuji dalam kehidupan sehari-hari.

Kita semua tentu pernah mengalami kekecewaan. Ada perkataan yang melukai, sikap yang mengecewakan, atau harapan yang tidak terpenuhi. Namun jika kita terus menyimpan amarah, hati kita tidak akan pernah merasakan damai. Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan atau membenarkan perbuatan yang salah, tetapi memilih untuk tidak dikuasai oleh kebencian. Dengan mengampuni, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk memulihkan hati kita.

Marilah kita berani mengambil langkah pertama untuk berdamai, memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang retak. Sebab hati yang mampu mengampuni adalah hati yang semakin menyerupai hati Kristus, yang tidak pernah lelah mengasihi dan mengampuni umat-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr Romualdus Dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published.