Uskup Agung Palembang Buka Pembinaan Pra-TOR, Bekali Calon Imam Menyambut Tahun Orientasi Rohani

Mgr. Yohanes Harun Yuwono memimpin Perayaan Ekaristi. | Foto: Komsos KAPal

PALEMBANG – Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, secara resmi membuka Pembinaan Pra-Tahun Orientasi Rohani (Pra-TOR) Keuskupan Agung Palembang di Gedung Yayasan Xaverius Palembang, Rabu (1/7/2026) petang. Pembinaan ini menjadi langkah awal bagi para calon imam diosesan sebelum menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) Santo Markus, Pematangsiantar.

Acara pembukaan berlangsung dalam suasana penuh syukur. Turut mendampingi Bapa Uskup dalam kesempatan tersebut Romo Paulus Miki Tobat Mursito selaku Pembina Pra-TOR, Romo Bernardus Bayu Susanto, dan Romo Damian Muni. Sebanyak sepuluh  Pra-TOR akan mengikuti masa pembinaan selama 40 hari sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke TOR Santo Markus.

Selama empat puluh hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai pembekalan, mulai dari pelajaran bahasa Inggris hingga materi-materi lain yang dirancang untuk mempersiapkan mereka secara intelektual, manusiawi, rohani, dan pastoral. Pembinaan ini diharapkan membantu para calon imam semakin siap memasuki masa orientasi rohani sebagai bagian dari proses pembentukan imam diosesan Keuskupan Agung Palembang.

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono membagikan kisah panggilannya menjadi imam diosesan. Ia mengisahkan bahwa salah satu momen yang menggerakkan hatinya adalah ketika Menteri Agama Republik Indonesia pada masa itu menyampaikan bahwa Gereja di Indonesia harus mampu berdiri secara mandiri. Pernyataan tersebut menjadi dorongan baginya untuk mengabdikan diri sebagai imam diosesan dan melayani Gereja di Indonesia, khususnya di Keuskupan Pangkalpinang.

“Saya memilih menjadi imam diosesan karena terdorong oleh sebuah ajakan agar Gereja di Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Saat itu saya merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam membangun Gereja lokal dan melayani umat di tanah air,” ungkap Mgr. Yohanes Harun Yuwono di hadapan para peserta.

Mgr. Harun memberikan homilinya kepada para pra-TOR. | Foto: Komsos KAPal

Mengaitkan pembinaan dengan bacaan Kitab Suci hari itu, Bapa Uskup juga mengajak para peserta meneladani keberanian Nabi Amos dalam menyampaikan suara kebenaran. Menurutnya, seorang calon imam dipanggil untuk memiliki keberanian mewartakan kehendak Allah, meskipun menghadapi berbagai tantangan.

“Jangan takut untuk menyuarakan kebenaran seperti Nabi Amos. Seorang calon imam harus berani menjadi suara Tuhan di tengah masyarakat, menyampaikan apa yang benar dengan kasih dan kerendahan hati,” pesannya.

Di akhir arahannya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengingatkan para peserta agar sungguh menghayati setiap proses pembinaan yang akan dijalani. Ia mengajak mereka untuk mencintai tempat pembinaan sebagai rumah sendiri sehingga dapat bertumbuh dengan sukacita dan memberikan diri secara total.

“Mari kita menjadikan tempat kita berada sebagai rumah kita. Krasanlah dengan tempat di mana kita berada dan jadikanlah itu rumah, supaya kita dapat memberikan diri tanpa paksaan, bekerja semaksimal mungkin, dan dengan totalitas,” tuturnya.

Pembukaan Pembinaan Pra-TOR ini menjadi awal perjalanan sepuluh calon imam diosesan Keuskupan Agung Palembang dalam mempersiapkan diri menuju Tahun Orientasi Rohani Santo Markus, Pematangsiantar. Diharapkan melalui proses pembinaan ini mereka semakin matang dalam panggilan, memiliki semangat pelayanan yang tulus, serta siap mengabdikan diri bagi Gereja dan umat Allah di masa depan.

**BAY

Leave a Reply

Your email address will not be published.