PW Santa Perawan Maria, Ratu
Yeh. 43:1-7a; Mzm. 85:9ab-10.11-12.13-14; Mat. 23:1-12
BcO Pkh. 11:7–12:14
Mari Sibuk Berbuat Baik

Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita merayakan peringatan Santa Perawan Maria, Ratu. Kalau dengar kata “ratu”, biasanya kita langsung membayangkan orang yang besar, dihormati, dan punya kedudukan tinggi. Tapi Maria jadi Ratu bukan karena dia suka dihormati. Maria jadi Ratu karena dia rendah hati, taat, dan mau menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Jadi, kebesaran Maria bukan datang dari kekuasaan, tapi dari hatinya yang bersih dan siap melayani.
Dalam bacaan pertama, Tuhan berkata, “Jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku memanggil engkau dengan namamu.” Artinya Tuhan tahu kita, Tuhan mengenal kita, dan Tuhan tidak meninggalkan kita. Kita mungkin merasa kecil, biasa saja, atau tidak terlalu penting di mata orang lain. Tapi di mata Tuhan, kita berharga. Kita dipanggil satu per satu, bukan sebagai angka, tapi sebagai anak-anak-Nya.
Dalam bacaan Injil, Yesus menegur orang-orang yang suka mencari tempat terhormat, suka dipuji, dan suka tampil paling depan. Yesus bilang, yang terbesar justru yang mau melayani. Ini ajaran yang memang sederhana, tapi susah dijalani. Karena jujur saja, kita semua pernah ingin dilihat, ingin dianggap hebat, ingin dipuji. Tapi Yesus mengajak kita untuk jalan yang lain, jangan sibuk cari nama, tapi sibuklah berbuat baik.
Saudara-saudari terkasih, kalau dilihat dari hidup sekarang, pesannya terasa dekat sekali. Sekarang orang gampang sekali ingin terlihat bagus. Di media sosial, banyak orang ingin tampil sempurna. Di kantor, di kampus, bahkan di lingkungan gereja, kadang kita juga ingin dianggap paling bisa, paling rajin, paling penting. Padahal Yesus justru bilang, hidup yang benar bukan soal tampil paling depan, tapi soal hati yang tulus dan mau menolong. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Jefri Ansa
