Perkuat Identitas dan Wajah Gereja, Komsos KWI Gelar ToT Imagologi di Muntilan

Foto: Komsos KAPal

MUNTILAN – Puluhan pegiat dan Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia berkumpul di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM), Jawa Tengah. Mereka hadir untuk mengikuti Training of Trainers (ToT) Komsos yang diselenggarakan oleh Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selama lima hari, Senin–Jumat (24–28/8/2026).

Mengangkat tema Imagologi Komsos, pelatihan ini digulirkan untuk mengajak para pegiat komunikasi Gereja menegaskan kembali hakikat dan jati diri Komsos. Melalui ToT ini, peserta diajak melahirkan gagasan visioner yang relevan dengan konteks zaman, meningkatkan kapasitas diri dalam menghasilkan karya yang berdampak luas, serta menguasai dan mempraktikkan teknologi mutakhir untuk pelayanan media Gereja.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, perjumpaan ini juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dan merawat budaya kolaborasi antara Komisi Komsos KWI dan Keuskupan. Harapannya, tercipta ekosistem komunikasi Gereja yang sinodal, profesional, dan berkesinambungan.

Foto: Komsos KAPal

Rangkaian kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (24/8/2026) petang melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Hadir mendampingi sebagai konselebran pada perayaan yang digelar di Aula Pelikan PPSM adalah Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng dan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey.

Dalam homilinya, Mgr. Agustinus menekankan pentingnya peran Komisi Komsos dalam memperkenalkan dan mewartakan kekayaan, kebaikan, keindahan, serta kebenaran Gereja Katolik di tengah masyarakat.

“Semoga para Romo dan teman-teman di sini tidak hanya menerima, tetapi juga saling sharing, berbagi hal-hal baik yang ada di keuskupan masing-masing untuk memperkaya satu sama lain. Dengan begitu, misi panggilan Komsos antar-keuskupan akan makin kuat,” ungkap Mgr. Agustinus.

Uskup Keuskupan Surabaya ini juga mengingatkan kewajiban Gereja untuk mewartakan Injil kepada segala makhluk. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan kemajuan media hari ini harus dipandang sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan pewartaan tersebut.

Materi Aktual

Sebelum berkat penutup, sembari mengucapkan apresiasi atas kehadiran para peserta, Romo Agoeng juga menyampaikan berbagai materi utama yang akan diikuti para peserta, di antaranya Hakekat dan Jati Diri Komsos oleh Mgr. Agustinus, Imajinasi Profetik: Komsos sebagai Ruang Mimpi Gereja oleh Romo Fransiskus Wawan SJ, dan Membangun Karya Komsos yang Berdampak Luas oleh Richardus Eko Indrajit.

Pelatihan ini diharapkan menjadi kesempatan untuk pembaruan visi dan praksis komunikasi Gereja, sehingga karya Komsos tidak hanya responsive terhadap perkembangan jaman, tetapi sungguh menjadi perwujudan perutusan Kristus, Sang Sabda yang hidup.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.