
BANGKO — Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai perjalanan iman umat Katolik di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi. Pada Minggu (23/8/2026), Kuasi Paroki St. Ignatius Loyola Bangko secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Mandiri. Momen bersejarah ini ditandai dengan Perayaan Ekaristi Peresmian Paroki dan Penerimaan Sakramen Krisma yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, serta diikuti oleh sekitar 1.000 umat dari berbagai wilayah.
Tampak hadir mendampingi sebagai konselebran antara lain, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto, Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ, dan Pastor Paroki Bangko, Romo Paulus Dito Rahmadi SCJ.
Teguh dalam Iman
Dalam homilinya, Bapa Uskup berpesan agar seluruh umat di Bangko senantiasa teguh memegang kepercayaan kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, khususnya di tengah dinamika dan tantangan zaman.
“Mari kita terus teguh dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Jangan menukar iman kepercayaan kita dengan kepercayaan yang lain. Tidak ada istilah lompat pagar. Kita harus berani mengakui iman kita kepada siapa saja dan di mana pun kita berada,” tegas Mgr. Yohanes.

Lebih lanjut Bapa Uskup juga memberikan peneguhan khusus kepada 52 calon penerima Krisma. Ia mengingatkan bahwa kedewasaan iman harus ditunjukkan melalui ketulusan berbuat baik tanpa perlu diawasi atau diminta orang lain.
“Orang yang dewasa dengan iman tidak perlu disuruh-suruh, dengan sendirinya akan berbuat baik di mana pun dan kapan pun, di saat gelap maupun terang, dilihat orang ataupun tidak dilihat orang. Pantang melakukan kejahatan dan pantang melakukan dosa. Hanya boleh melakukan hal kebenaran, baik kebenaran itu berisiko untuk kesejahteraan hidupnya, bahkan berisiko terhadap nyawanya,” pesan Bapa Uskup.
Dekrit Pendirian
Usai homili, Sekretaris Keukupan, Romo Albertus Bayu Christanto SCJ membacakan Dekrit Pendirian Paroki St. Ignatius Loyola Bangko yang disusul dengan pemukulan gong sebagai tanda peralihan status dari Kuasi Paroki menjadi Paroki St. Ignatius Loyola Bangko.
Peresmian ini menjadi tonggak sejarah baru untuk memperkuat reksa pastoral, mempererat persaudaraan, serta memperluas pelayanan sosial dan kesaksian iman di tengah masyarakat Bangko.
Teladan dan Syukur

Usai penerimaan Komuni, Mgr. Yohanes Harun Yuwono juga meresmikan dan memberkati patung St. Ignatius Loyola sebagai Pelindung Paroki. Pemberkatan ini menjadi simbol pengingat agar seluruh umat senantiasa meneladani semangat pelayanan, kerendahan hati, dan keteguhan hati St. Ignatius.
Rangkaian syukur berlanjut dengan ramah tamah bersama dalam nuansa adat Batak Toba. Kebersamaan dan keceriaan melebur dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan menjadi gambaran indahnya keragaman budaya yang menyatu harmonis dalam ikatan iman Gereja Katolik.
***Antonius Aji Nugroho (Komsos Paroki St. Ignatius Loyola Bangko)
