Seminaris Rhetorica Gelar Praktik Mengajar BIA: Belajar dari Pengalaman dan Evaluasi

Foto. Dok. Seminari

PALEMBANG – Rangkaian pembekalan calon pendamping Bina Iman Anak (BIA) bagi para seminaris kelas Rhetorica Seminari Menengah Santo Paulus Palembang resmi ditutup pada Jumat (4/9/2026) di Ruang Rekreasi Seminaris. Penutupan kegiatan ditandai dengan aksi praktik mengajar dari setiap kelompok yang mewakili paroki-paroki se-Kota Palembang.

Usai menampilkan metode dan materi yang telah dipelajari, setiap kelompok langsung menerima evaluasi menyeluruh terkait kreativitas, kerja sama tim, hingga cara berkomunikasi dengan anak-anak.

Dalam evaluasinya, Sr. Christine CB menekankan pentingnya menjaga fokus anak-anak di tengah pengajaran yang kreatif, serta pentingnya pembagian peran yang seimbang. Menurutnya, seluruh anggota kelompok wajib menguasai materi secara utuh meski tugas penyampaian dibagi-bagi.

“Selain kita memberi alokasi waktu, kita juga harus berbagi peran,” ujar Sr. Christine.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Diosesan (Dirdios) Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keukupan Agung Palembang, Romo Florentinus Suryanto SCJ mengingatkan para peserta untuk siap berimprovisasi saat terjun langsung di paroki. Kondisi lapangan, menurutnya, sering kali berbeda dengan situasi latihan.

“Kalau nanti di paroki, kondisi anak-anak itu sangat natural,” jelas Rm. Floren.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kegiatan BIA, mulai dari materi, permainan, animasi, hingga doa merupakan satu kesatuan utuh yang harus dipersiapkan dengan sungguh.

“Semua anggota kelompok bertanggungjawab mempersiapkan kegiatan secara matang dan memastikan setiap bagian dapat disampaikan dengan baik,” tegas Romo Floren.

Praktik mengajar yang berlangsung hingga Jumat (4/9/2026) pukul 18.00 WIB ini menetapkan kelompok pengajar dari Paroki Hati Kudus sebagai Juara I, disusul kelompok dari Paroki Katedral Santa Maria sebagai Juara II.

Foto. Dok. Seminari

Bagi para seminaris, kegiatan ini menjadi pengalaman perdana yang berkesan. Vincentius Saparlin Simangunsong, salah satu peserta, mengaku baru pertama kali merasakan dinamika menjadi pembina BIA. Hal serupa dirasakan Denias Gibran Timotius Manurung.

“Seru, banyak hal lucu dan menggembirakan walaupun terasa lelah,” ungkap Denias.

Melalui pendampingan dari Tim KMKI, seluruh rangkaian acara ini diharapkan mampu membentuk karakter para seminaris agar lebih jujur, kreatif, komunikatif, serta siap mendampingi anak-anak di paroki masing-masing.

***Natan Nael Pandiangan dan Timotius Gregontino Bayunadi (Seminaris Kelas Rhetorica)

Leave a Reply

Your email address will not be published.