
PALEMBANG — Kerapuhan dan sejarah masa lalu manusia yang penuh kelemahan tidak pernah menghalangi Allah untuk mengerjakan karya keselamatan-Nya. Hal tersebut ditegaskan oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Pembaruan Kaul Membiara, Profesi Pertama, dan Profesi Kekal Kongregasi Suster-Suster St. Fransiskus Charitas (FCh) di Kapel Novisiat FCh St. Bonaventura, Selasa (8/9/2026) pagi. Tampak hadir mendampingi sebagai konselebran adalah Romo Florentinus Heru Ismadi SCJ dan Romo Hyginus Gono Pratowo.


Dalam perayaan yang berlangsung penuh sukacita dan dihadiri Pimpinan Umum Kongregasi FCh, Sr. M. Patricia FCh, puluhan imam, biarawan-biarawati, ratusan umat, serta ini, sebanyak 27 suster mengikrarkan kaul mereka. Jumlah tersebut terdiri dari 18 suster yang memperbarui kaul membiara, 7 suster mengikrarkan Profesi Pertama, dan 2 suster mengikrarkan Profesi Kekal, yakni Sr. M. Dian FCh dari Paroki St. Paulus Mano, Keuskupan Ruteng dan Sr. M. Rafael FCh dari Paroki St. Fransiskus Asisi Pangaribuan, Keuskupan Sibolga.
Dalam homilinya, Uskup mengajak umat merenungkan silsilah Yesus yang tertulis dalam Injil Matius. Ia mengingatkan bahwa silsilah Yesus dipenuhi oleh manusia biasa yang tidak sempurna dan tak luput dari dosa.
“Allah tidak pernah malu terhadap masa lalu atau kerapuhan sejarah keluarga kita. Yesus datang bukan untuk keluarga yang sempurna, melainkan untuk mereka yang retak, gagal, dan berdosa agar disembuhkan serta diselamatkan,” ujar Mgr. Yohanes.

Bapa Uskup menambahkan bahwa dipanggil dan dipilih oleh Tuhan merupakan sebuah hak istimewa (privilege). Oleh karena itu, panggilan yang diterima para suster dan umat beriman hendaknya direspon dengan kesetiaan, terutama saat menghadapi tantangan atau pergumulan hidup.
“Allah bisa menggunakan manusia yang rapuh, yang berdosa ini untuk meluruskan sejarah keselamatan yang sering dibengkokkan oleh si jahat dan oleh manusia sendiri. Allah tetap setia pada janji-Nya, mengerjakan karya keselamatan-Nya demi kebahagiaan umat manusia,” tegas Bapa Uskup.
Usai Perayaan Ekaristi, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh undangan di kompleks Rumah Retret Giri Nugraha (RRGN) Palembang.
***TJK
