Semangat “Bara-Sari” dan Filosofi Logo Ikonik Warnai Kemegahan Pesparani II Provinsi Sumatera Selatan

PALEMBANG — Perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk talenta dan selebrasi iman umat Katolik, tetapi juga sarana kesaksian dan peneguhan identitas budaya lokal. Berlangsung di kompleks Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 9 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) kabupaten/kota se-Sumatera Selatan dan tampil begitu sarat makna.

Dua elemen visual yang paling menarik perhatian dan merepresentasikan jiwa perhelatan ini adalah logo resmi kegiatan serta kehadiran dua maskot ikonik bernama Bara dan Sari.

Foto: Dok. Panitia Pesparani II

Jembatan Ampera dan Harmoni Keberagaman

Logo resmi Pesparani II Sumsel 2026 dirancang secara mendalam untuk merepresentasikan semangat umat Katolik dalam berjalan bersama, merajut harmoni, dan menghadirkan kasih di tengah keberagaman demi mewujudkan Sumatera Selatan yang maju, rukun, dan sejahtera. Elemen visual utama dalam logo tersebut terinspirasi dari ikon kebanggaan masyarakat Palembang, yakni Jembatan Ampera, yang digubah dalam bentuk menara sebagai simbol keterhubungan, persatuan, dan semangat berjalan bersama.

Keindahan makna logo ini kian terpancar dari setiap detail warnanya. Atap berwana jingga yang dilengkapi dengan ornamen tradisional mencerminkan kekayaan budaya, kreativitas, serta bentuk penghargaan yang tinggi terhadap warisan leluhur daerah. Sementara itu, warna merah pada menara melambangkan kasih, pengorbanan, keberanian, serta semangat pelayanan yang tuntas.

Foto: Komsos KAPal

Nuansa kedamaian, kesetiaan, dan harmoni di tengah keberagaman divisualisasikan melalui warna biru pada bagian lengkungan dan notasi musik, yang kemudian disempurnakan dengan bidang kuning keemasan sebagai lambang sukacita, harapan, serta tekad membangun masa depan Sumatera Selatan yang jauh lebih baik. Tidak ketinggalan, kehadiran Kitab Suci dan simbol salib menegaskan Sabda Allah sebagai sumber serta pedoman hidup iman, yang diperdalam melalui ragam mata lomba rohani dengan Yesus Kristus sebagai pusat pengarah segala tindakan kasih dan persaudaraan sejati.

Seluruh rangkaian filosofi tersebut dirangkum dalam pesan tegas: “Berjalan Bersama dalam Harmoni, Bersaksi dalam Kasih di Tengah Keberagaman, Mewujudkan Sumsel Maju melalui Persaudaraan Sejati”.

“Bara & Sari”: Maskot Penuh Energi dan Keindahan Budaya

Kemeriahan Pesparani II Sumsel semakin hidup dengan hadirnya dua maskot bersahabat, Bara dan Sari, yang merepresentasikan perpaduan antara semangat iman Katolik dan keagungan budaya lokal.

Foto: Dok. Panitia Pesparani II

Sosok Bara digambarkan sebagai anak yang enerjik, berani, dan penuh semangat. Namanya menyimbolkan api yang terus menyala untuk merepresentasikan semangat umat Katolik yang tidak boleh padam dalam memuji Tuhan serta melayani sesama dengan semangat Roh Kudus. Di sisi lain, Sari hadir sebagai sosok yang ramah, anggun, dan penuh kasih. Namanya merupakan inti keindahan yang melambangkan penghayatan iman yang diwujudkan melalui kepedulian, kelembutan, keramahtamahan, serta senyuman tulus kepada sesama.

Melalui karakter busana Palembang yang melekat pada keduanya, Bara dan Sari mengingatkan bahwa iman Katolik hidup dan bertumbuh subur di tengah kebudayaan lokal. Atribut seperti salib, mikrofon, not musik, tangan terbuka, hingga Jembatan Ampera menegaskan panggilan bagi umat untuk meruntuhkan tembok pemisah, membangun jembatan persaudaraan sejati, dan menghadirkan suara pujian dari bumi Sriwijaya untuk kemuliaan Tuhan.

Foto: Komsos KAPal

Menghadirkan 13 kategori lomba, mulai dari Paduan Suara, Mazmur, Bertutur Kitab Suci, hingga Cerdas Cermat Rohani, kehadiran logo dan maskot ini diharapkan mampu membakar semangat para kontingen untuk menjunjung tinggi sportivitas, mempererat persaudaraan, dan membawa dampak positif bagi pembangunan rohani maupun sosial di Sumatera Selatan.

***TJK dari Buku Pedoman Pesparani II Prov. Sumsel

Leave a Reply

Your email address will not be published.