Mengabdi Negara, Menjadi Terang, Meniti Masa Depan: Paroki St. Fransiscus de Sales Bekali Generasi Muda Lewat Sarasehan Sekolah Kedinasan

PALEMBANG — Puluhan pelajar, mahasiswa, hingga orang tua tampak antusias memadati Balai Paroki St. Fransiscus de Sales (Sanfrades), Minggu (1/11) pagi. Mereka hadir dalam kegiatan sarasehan bertajuk “Mengenal Sekolah Kedinasan Pemerintah dan Membangun Masa Depan” yang diinisiasi oleh Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) Dewan Pastoral Paroki (DPP) Sanfrades.

Foto: Komsos Paroki St. Fransiscus de Sales

Acara ini dirancang khusus untuk membuka wawasan generasi muda agar berani mengambil peran sebagai abdi negara yang berintegritas, profesional, dan berakar kuat pada nilai-nilai moral. Tampak hadir mendampingi dalam kegiatan ini antara lain, Pastor Rekan Paroki Sanfrades, Romo Stepanus Sigit Pranoto SCJ dan Ketua DPP Sanfrades, Yulius Sukamto.

Dua Jalur Utama

Sesi pertama sarasehan langsung menghentak antusiasme peserta melalui pemaparan praktis dari lembaga bimbingan belajar Ambis Taruna. Konselor pendidikan dan pengembangan karir siswa, Indah Dwi Permata, hadir membedah tuntas peta jalan (roadmap) bagi anak muda yang bercita-cita mengabdi kepada negara.

Foto: Komsos Paroki St. Fransiscus de Sales

“Ada dua jalur utama menuju abdi negara yang bisa ditempuh oleh generasi muda, yaitu melalui jalur perguruan tinggi kedinasan bagi para pelajar SMA, serta jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi para mahasiswa dan alumni perguruan tinggi,” ungkap Indah.

Tidak hanya teori, peserta langsung diuji kemampuannya melalui sesi try out digital. Sebanyak 40 soal berbasis web yang menguji penalaran verbal dan numerik dikerjakan peserta dalam durasi 30 menit. Suasana tegang usai ujian langsung cair berkat animasi singkat sebagai sarana relaksasi bagi peserta.

Panggilan Pengabdian dan Akar Iman yang Kokoh

Memasuki sesi kedua, perspektif peserta diperluas melalui pendekatan sosiologis dan spiritual. Dosen Sosiologi Universitas Sriwijaya, Vieronica Verbi Sununianti, menegaskan bahwa keterlibatan kaum muda di sektor publik merupakan wujud nyata kontribusi sosial.

Foto: Komsos Paroki St. Fransiscus de Sales

“Setiap orang muda memiliki hak penuh untuk mengenal berbagai pilihan masa depannya, termasuk meniti karir sebagai abdi negara. Pengabdian publik melalui jalur ini adalah cara nyata memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui pekerjaan yang dijalani,” tutur Vieronica.

Selanjutnya, Dosen Psikologi Universitas Katolik Musi Charitas sekaligus moderator Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Palembang, Romo Agustinus Riyanto SCJ hadir memberikan peneguhan rohani bagi peserta. Lewat materinya berjudul “Berakar, Berkembang, dan Berbuah: Peran Kaum Muda sebagai Rasul Awam bagi Gereja dan Bangsa”, ia mengingatkan pentingnya fondasi mental dan spiritual yang kokoh bagi orang muda.

Foto: Komsos Paroki St. Fransiscus de Sales

“Orang-orang muda hendaknya memiliki akar yang kuat dalam iman, sehingga mampu bertumbuh menjadi pribadi yang teguh, siap membawa perubahan baik, dan memberikan buah yang berguna bagi sesama di tengah masyarakat,” pesan Romo Riyanto.

Melalui kegiatan ini, Paroki St. Fransiscus de Sales berharap dapat mencetak generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan strategis dalam menghadapi seleksi kedinasan, tetapi juga memiliki mental pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara.

***Christian Yudya Putra (Komsos Paroki St. Fransiskus de Sales)

Leave a Reply

Your email address will not be published.