Sebanyak 70-an imam yang berkarya di Keuskupan Agung Palembang, Uskup Agung Mgr. Yohanes Harun Yuwono, dan Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, berkumpul di Kompleks Wismalat Podomoro, Sukamoro, Banyuasin. Mereka mengikuti hari studi imam. Keuskupan Agung Palembang berlangsung Selasa hingga Kamis, (05-07/03) Maret.
“Hari studi ini memang seiring sejalan dengan arah dasar Keuskupan Agung Palembang, terutama tahun kedua dari arah dasar keuskupan: Keluarga Kristiani sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga),” jelas Romo Yohanes Kristianto Pr, Vikaris Jendral Keuskupan Agung Palembang.

Ini juga kali pertama para imam berkumpul setelah pandemi Covid-19, beberapa tahun lalu. Kesempatan hari studi ini digunakan untuk “me-refresh (menyegarkan) kembali pemahaman dan pengetahuan para imam yang sudah didapat di bangku kuliah,” lanjut Romo Kris.
Hari studi ini juga menjadi bekal bagi para imam dalam mendampingi umat Allah, yang mayoritas memilih hidup berkeluarga. “Dalam praktik pastoral, ada bekal materi-materi yang diberikan oleh para pakar, misalnya tentang teologi dan pastoral perkawinan yang disampaikan Romo Aris MSF, kemudian dari hukum Gereja oleh Romo Eko, dan juga Romo Martasudjita, yang berbicara tentang liturgi perkawinan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh para pakar ini kembali menyegarkan para imam, yang berhadapan langsung dengan dinamika hidup keluarga Kristiani, yang banyak persoalannya,” kata Romo Kris.






Rangkaian hari studi para imam terdiri atas materi-materi, sharing kelompok, dan dialog tanya jawab. “Lalu pada kesempatan akhir, bapak uskup akan memberikan penegasan penting, yang diharapkan bisa menjadi pegangan bagi pastoral para imam di saat-saat ke depan.”
Uskup Agung Harun, dalam homilinya menekankan keagungan hidup keluarga dalam Gereja.
“Keluarga punya nilai terhormat, karena Yesus sendiri berkenan hadir dalam keluarga,” katanya.
Sifat monogami dan tak terceraikan perkawinan yang dihayati Gereja Katolik menurut Mgr. Yohanes Harun Yuwono, bukan ingin tampil beda. Bukan ingin gagah-gagahan dengan agama lain. “Tapi Gereja mau setia pada Allah.”

Imam berperan sebagai pembimbing peribadi-pribadi yang mengarungi bahtera hidup berkeluarga.
“Semoga keluarga yang dibimbing oleh imam, berkenan kepada hati Allah. Dengan demikian, berkat Allah mengalir tiada putus, seperti janji Tuhan kepada Abraham,” katanya menutup homili Misa pembukaan hari studi imam.
Hari studi yang mengangkat tema Keluarga Kristiani sebagai Gereja Rumah Tangga: Sebuah Refleksi atas Pelayanan Pastoral Para Imam dimahkotai dengan Misa Krisma. Pemberkatan ketiga minyak suci: minyak katekumen, minyak krisma, dan minyak orang sakit akan dilangsungkan pada Kamis, (07/03) sore di Gereja Katedral Santa Maria Palembang.
**Kristiana Rinawati
