Renungan Harian Sabtu, 29 November 2025

Dan. 7:15-27 ; MT Dan. 3:82,83,84,85,86,87; Luk. 21:34-36; BcO Yeh. 47:1-12

Jangan terlalu terlena dan lupa berjaga.

“Jangan Snooze Hati!”

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus memberi peringatan yang hangat sekaligus tegas dengan berkata “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan… dan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Teks ini berada di bagian akhir pengajaran Yesus tentang masa-masa genting. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mendidik hati agar tidak berpaling dengan hal-hal yang mengalihkan focus perhatian kita. Berjaga bukan berarti cemas memikirkan hari akhir, tetapi menjaga kejernihan batin supaya kita tetap mengandalkan Allah dalam seluruh hidup kita.

Seorang bapak memasang alarm di HP: “Doa malam – 22.00.” Tepat pukul 22.00 alarm berbunyi. Ia tekan tombol snooze yang berarti menunda alarm untuk beberapa menit. Lima menit kemudian bunyi lagi-snooze lagi. Alarm berhenti sebentar lalu berbunyi lagi. Anaknya yang sedang duduk belajar di dekatnya pun bertanya, “Pak, kok doa malamnya nggak jadi-jadi?” Si bapak menjawab, “Tuhan kan pengertian, Nak.” Anaknya menimpali, “Iya, Pak. Tapi kalau terus di-snooze, nanti hati kita yang jadi kebal.” Bapak itu senyum kecut. Ia sadar, bukan Tuhan yang menjauh melainkan dirinyalah yang menunda-nunda sampai rasa rindu pada Tuhan meredup.

Saudara-saudari terkasih, begitulah Injil mengajak kita untuk berjaga-jaga di dan berdoa. Yesus mengatakan, siapa yang berdoa akan “beroleh kekuatan dan tahan berdiri.” Doa tidak langsung menghilangkan masalah. Pekerjaan tetap menantang, keluarga tetap butuh perhatian, dunia tetap ramai, tetapi melalui doa kita diberi daya untuk melewati semuanya dengan hati yang damai, ringan, jernih, dan terarah. Mari pilih satu alarm yang tidak kita snooze, satu momen hening yang kita pelihara, dan satu doa sederhana yang kita hidupi. Dengan begitu, apa pun “hari itu” entah ujian, keputusan besar, atau perjumpaan terakhir, kita siap tahan berdiri karena hati kita melekat pada Tuhan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Frendi Pascalis-Tingkat 6

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.