“Muji! semoga hidupnya menjadi pujian bagi Tuhan, juga menjadi sumber keselamatan karena pelayanan kasihnya.”
Demikian diungkapkan oleh Pastor Paroki St. Stephanus Martir Curup, Romo Ignatius Sukari dalam pengantarnya pada Perayaan Ekaristi Kaul Kekal Sr. Veronika Mujiati SJD, Kamis (27/11/2025). Perayaan penuh syukur dan sukacita yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono ini diselenggarakan di Gereja Paroki St. Stephanus Martir Curup, Bengkulu.

Kaul Kekal Sr. Veronika Mujiati SJD. | Foto: Dokumentasi Komsos Paroki Curup
Upacara Kaul Kekal yang sakral ini dihadiri oleh 14 imam, sejumlah biarawan dan biarawati dari berbagai kongregasi, keluarga yubilaris, dan ratusan umat dari Paroki Curup dan paroki-paroki terdekat. Peristiwa ini menjadi kesaksian iman, bahwa panggilan hidup sebagai biarawati adalah jalan mewujudkan kasih Allah dalam pelayanan kepada sesama.
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes mengajak seluruh umat untuk merenungkan nasihat mendiang Bapa Suci Paus Fransiskus tentang panggilan kesalehan yang tertuang dalam Seruan Apostolik Christus Vivit (Kristus yang hidup). Dalam seruan yang terbit pada 25 Maret 2019 itu, Bapa Suci menegaskan bahwa kesalehan itu bisa diraih dengan melakukan pekerjaan sehari-hari dengan rutin yang meski terkadang tampak membosankan, ternyata dapat mengantar pada kesalehan.

“Kesalehan tidak kita dapat tiba-tiba, tetapi diperoleh dengan sedikit demi sedikit, dalam kesetiaan, dalam ketidakgoyahan akan berbagai pesona yang kita hadapi setiap hari,” ungkap Bapa Uskup.
Lebih lanjut, Bapa Uskup juga mengajak untuk belajar dari kesetiaan Rasul Paulus yang memaknai hidup dan pelayannya seperti sebuah pertandingan dan berhasil karena kesetiaan yang dihidupi setiap hari. “Hal itu hanya mungkin kalau kita terus-menerus melekat pada Kristus yang memanggil kita. Tanpa melekat pada Kristus yang memanggil kita, kita akan hidup sia-sia, menjadi seperti ranting yang kering lalu dibuang dan dibakar,” terangnya.
Uskup yang pernah menjadi Rektor Seminari Tinggi St. Petrus Pematangsiantar ini juga mengungkapkan pentingnya menghayati kesetiaan dengan terus melekat pada Kristus sehingga hidup kita berbuah. “Jika kita melekat pada Kristus yang memanggil, maka hidup kita akan berbuah. Hal ini berlaku untuk semua bentuk panggilan, baik hidup berkeluarga maupun hidup bakti menjadi imam, biarawan dan biarawati.”
Mengakhiri homilnya Bapa Uskup juga menegaskan bahwa Kristus senantiasa setia menyertai umatNya dan penyertaan itu tak pernah berhenti, Ia tak pernah meninggalkan kita. “Hanya kesetiaan kecil yang kita hidupi terus menerus yang memungkinkan kita untuk tidak melihat godaan. Kesetiaan membuat kita hidup benar, adil, dan jujur. Dan kalau itu kita hidupi, dengan sendirinya kita akan memperoleh buah di dalam Kristus,” pungkasnya.
Usai homili, perayaan dilanjutkan dengan pengikraran kaul kekal yang diawali dengan mohon doa restu orang tua. Biarawati yang biasa disapa, Sr. Muji ini, memiliki motto panggilan “Lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis 20:35). Ia memulai perjalanan panggilannya dengan menjadi aspiran SJD, pada Juni 2013. Perjalanan panggilan yang penuh liku dan kisah dimulai dari Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Sengingi, Riau, kampung halamannya. Perjalanan panggilan yang penuh liku, dan tantangan dijalaninya dengan setia hari demi hari bersama Tuhan.



Sr. Veronika Mujiati SJD mengikrarkan kaul kekalnya (tengah)
Mgr. Yohanes Harun Yuwono memberkati Sr. Veronika Mujiati SJD (bawah) | Foto: Dokumentasi Komsos Paroki Curup
Kesetiaan Sr. Muji pada panggilannya sebagai biarawati diikrarkan kepada Tuhan di hadapan Sr. Catherine Ramiadampihavy SJD yang hadir mewakili Abdi Pertama Kongregasi SJD, Sr. Marie Jeanette Razafimamonjy SJD.
Rangkaian perayaan syukur Kaul Kekal ini disempurnakan dalam ramah-tamah bersama seluruh umat yang hadir.
Suasana setelah perayaan:



**B. Rafles (Kontributor Curup, Bengkulu)
