Renungan Minggu, 21 Desember 2025

HARI MINGGU ADVEN IV

Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Rm. 1:1-7; Mat. 1:18-24; BcO Yes. 48:12-21; 49:9b-13; (U)

Santo Yosef, bapa yang bekerja dalam bayang-bayang.

Belajar dari Yosef

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Minggu Adven ke-4. Melalui warta Sabda hari ini kita diajak masuk ke rumah Yosef dan belajar dari pria pendiam yang langkahnya pelan tapi mantap. Saya pernah dengar cerita lucu yang menarik. Dikisahkan ada seorang bapak yang membeli boks bayi dan harus merakitnya sendiri. Ia yakin, “Ah, gampang! Laki-laki kan anti baca manual!” Setelah dua jam berjuang, boks belum terpasang dengan sempurna, baut sisa, papan terpasang terbalik, boksnya malah miring. Istrinya datang, tersenyum, lalu memberinya buku manual. Dalam 20 menit, beres. Si bapak nyeletuk, “Ternyata manual itu seperti malaikat – datang terakhir, tapi menyelamatkan.”

Yosef juga dapat “manual” dari Tuhan, bukan kertas, melainkan mimpi. Isinya singkat yaitu jangan takut, ini karya Roh Kudus, beri nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat manusia. Dan Yosef melakukannya. Sederhana? Iya. Mudah? Tidak juga. Ia mempertaruhkan nama baik, rencana keluarga, bahkan kenyamanan. Tapi di situlah iman lahir, yaitu bahwa ketika kita taat pada sesuatu yang lebih besar daripada rasa takut.

Mari kita rangkum pelajaran Yosef menjadi 5 langkah sederhana Y-O-S-E-F:

  • Y – Yakini bahwa Allah sedang berkarya. Sebelum kita menilai, “Ini masalah!” coba percaya dulu, “Mungkin ini misteri yang Allah kerjakan.” Natal dimulai dari Roh Kudus dan banyak hal dalam hidup kita juga.
  • O – Obedience (ketaatan) mengalahkan opini. Yosef pasti punya banyak alasan untuk mundur. Tapi ia memilih ketaatan. Dalam keluarga, paroki, atau kantor, sering perdebatan memanas. Coba tempatkan ketaatan pada Firman di atas kemenangan opini.
  • S – Sunyi sejenak sebelum bertindak. Yosef tidak bereaksi meledak-ledak, tetapi ia merenung. Di zaman notifikasi dan grup WA, sunyi itu mewah. Tapi justru dalam hening, malaikat gampang menyelip (masuk pelan-pelan) dan Allah memberi arah.
  • E – Empati mendahului evaluasi. Yosef melindungi martabat Maria. Dalam konflik, pertama-tama jaga muka orang, baru cari jalan. Itulah adil yang berbelas kasih.
  • F – Fokus pada nama “Yesus-Emmanuel.” Ketika bingung, ingat dua kata kunci Natal: Allah menyelamatkan (Yesus) dan Allah beserta kita (Emmanuel). Jadi, bukan kita yang mesti jadi pahlawan, melainkan Dia yang menyelamatkan. Tugas kita ialah hadir bersama seperti Allah hadir bagi kita.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup Adven dengan belajar dari Yosef. Percayalah, di setiap langkah kecil itu ada dua nama yang menyertai: Yesus yang menyelamatkan, dan Emmanuel yang tinggal bersama. Tuhan menjadikan rumah dan hati kita palungan-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Frendi PascalisTingkat 6

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.