1Yoh 4:11-18; Mzm 72:2.10-11.12-13; Mrk 6:45-52; BcO Yes 56:1-8; (P)

Bertumbuh dalam Harapan
Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini menceritakan tentang para murid yang mengalami ketakutan karena perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing di tengah danau. Dalam perjalanan angin sakal yang bertiup berlawanan dengan arah perahu mereka tiba-tiba menerpa dengan kencang. Kendati mereka dahulu adalah para nelayan profesional, situasi itu tak banyak membantu, mereka mengalami kesulitan untuk mengarahkan perahu.
Dalam situasi yang gelap, cemas, dan penuh kesulitan, Yesus mendatangi mereka dengan berjalan di atas air dan berseru, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Kehadiran Yesus yang tak terduga itu menenangkan mereka. Namun, mereka masih bingung, tercengang, dan takut. Pengalaman sebelumnya bersama Yesus, penggandaan roti, belum cukup membuat mereka mengerti dan memercayai kuasa Tuhan.
Saudara-saudari terkasih, ketika berada di tengah badai hidup, kita mungki bersikap sama seperti para murid Yesus: cemas, penuh ketakutan sehingga Tuhan pun disangka hantu. Di tengah amukan badai hidup, kita cenderung mudah melihat hantu, daripada melihat Tuhan. Padahal, Yesus ada bersama kita. Tindakan Yesus yang tekun berdoa mengajak kita untuk membiasakan diri berdoa. Melalui cara itu, kita akan mendapatkan ketenangan sampai Tuhan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Mari berjalan bersama Tuhan, membiarkanNya memimpin arah langkah kita. Dia ada di depan, dan kita mengikuti kecepatan langkah Tuhan. Kita harus sabar dan peka dengan tuntunan-Nya. Semoga Tuhan senantiasa mengasihi kita semua.
Audio Renungan Harian
**Fr. Yohanes Jumadi-Tingkat IV
Foto: Pinterest
