Lebih dari seratus peserta memadati Aula Serbaguna Paroki Santo Yoseph Palembang pada Minggu (22/2/2026) pagi untuk mengikuti seminar kesehatan bertajuk “Waspada Cacar Api, Lindungi Keluarga Anda Dengan Vaksinasi”. Acara ini menyoroti risiko kesehatan serius dari virus yang “tertidur” dalam tubuh dan cara mencegahnya sebelum sistem imun menurun.

Seminar yang diselenggarakan oleh Seksi Kesehatan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang bekerja sama dengan Charitas Hospital Palembang ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-60 Paroki Santo Yoseph Palembang.
Mengenal Cacar
Dalam pemaparannya, dr. Maria Mayfinna Gozali, Sp.DVE, spesialis kulit dan kelamin dari Charitas Hospital Palembang, menjelaskan bahwa cacar api sebenarnya adalah reaktivasi virus dari penyakit cacar air yang pernah dialami seseorang saat kecil.

Ia mengungkapkan bahwa virus yang “tidur” di sistem saraf akan bangun kembali saat daya tahan tubuh melemah. Gejala khas yang tampak antara lain muncul lenting berisi cairan yang bergerombol dan berwarna merah pada area saraf tertentu disertai rasa nyeri yang hebat seperti tersengat listrik, terbakar, hingga tertusuk paku yang bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia akan menurun secara alami seiring bertambahnya usia, terutama saat memasuki umur 50 tahun. Di fase inilah risiko munculnya penyakit seperti cacar api menjadi lebih tinggi.

Satu dari tiga orang berisiko mengalami cacar api dalam hidupnya. Selain faktor usia, kondisi seperti stres, diabetes, penyakit jantung, asma, hingga penyakit autoimun dapat memicu kembalinya virus ini.
Pencegahan
Mengingat pengobatannya yang masih terbatas, pencegahan menjadi langkah paling prnting. “Sangat penting untuk mencegahnya dengan menjaga imunitas tubuh, mengurangi stres, dan melakukan vaksinasi,” ujar dr. Finna dalam materinya.
Pastor Paroki Santo Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang didapat peserta tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bisa dibagikan kepada orang lain di sekitar mereka.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias, pembagian doorprize bagi peserta, dan foto bersama sebagai akhir rangkaian kegiatan edukatif tersebut.
***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
