Cetak Kader Militan, Keuskupan Agung Palembang Luncurkan “Road Map” Kaderisasi Berjenjang

Romo Riyanto SCJ dan Romo Indra SCJ | Foto : Komsos KAPal

Keuskupan Agung Palembang (KAPal) menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Katolik yang tangguh melalui peluncuran sistem kaderisasi terbaru. Program strategis ini dipaparkan dalam acara Hari Studi Imam KAPal yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) di Wismalat Podomoro, Banyuasin dengan tema “Dari Devosi Menuju Aksi Pastoral: Paroki Tanggap Bencana dan Kaderisasi Demi Gereja yang Berdaya”.

Acara yang diikuti oleh 170 peserta yang terdiri dari para imam, biarawan, biarawati, dan perwakilan umat dari wilayah Sumatera Selatan, Jambi, hingga Bengkulu ini menjadi momentum penting bagi gerak bersama Gereja. Pastoral Kaderisasi menjadi salah satu program prioritas Regio Sumatera hasil Temu Pastoral (Tepas) para uskup dan pimpinan religius di Nias, Keuskupan Sibolga pada April-Mei 2025 silam.

Foto : Komsos KAPal

Sinergi Lintas Komisi 

Materi kaderisasi ini merupakan buah kerja keras Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pastoral Kaderisasi KAPal yang melibatkan Komisi Keluarga, Komisi Kepemudaan, Komisi Pendidikan, Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia, dan Komisi Kerasulan Awam. Romo Agustinus Riyanto SCJ, selaku Moderator Komisi Kerasulan Awam sekaligus Ketua Tim Sekber, menekankan bahwa kaderisasi bukan sekadar pelatihan organisasi singkat, melainkan proses pendampingan utuh untuk membantu umat mengenali panggilannya di tengah dunia.

Filosofi “Pohon Kehidupan” 

Dalam paparannya, imam dehonian ini mengungkapkan bahwa kaderisasi KAPal diibaratkan sebagai sebuah Pohon Kehidupan yang berdiri di atas bahtera (kapal). Simbol dengan akar, batang, dahan dan ranting, serta buah ini memiliki makna mendalam. Akar yang kuat melambangkan peran keluarga sebagai tempat dimulainya iman, batang yang kokoh melambangkan integritas pribadi kader dan semangat kerja sama (Sinodalitas) antar komunitas Gereja, dahan dan ranting melambangkan jejaring luas di berbagai profesi, mulai dari guru, medis, hingga TNI/Polri, serta buah yang matang menjadi tujuan akhir, yaitu lahirnya kader unggul yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas (bonum commune).

Visi: Militan, Relevan, dan Unggul 

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi adalah kebutuhan mendesak yang harus dilaksanakan secara berjenjang. Beliau berharap Gereja dapat mengorbitkan “tunas-tunas berbakat” yang berani hidup benar, jujur, dan bebas dari korupsi.

Foto : Komsos KAPal

“Seorang kader harus ditemukan, juga terbentuk sejak kecil supaya sampai besar pun konsisten menghidupi iman yang militan dan siap memegang kebijakan publik dengan hidup benar. Kader Katolik seharusnya berkarakter seperti Yesus, sehingga berkenan kepada Gereja, membanggakan dan menyenangkan Gereja, menyenangkan nusa dan bangsa yang saat ini rusak karena korupsi,” tegas Bapa Uskup.

Visi besar ini dirangkum dalam slogan Militan – Relevan – Unggul, yaitu berani dan teguh dalam iman Katolik, mampu menjawab tantangan zaman dan berguna bagi Gereja dan masyarakat, serta berkarya dengan kualitas terbaik dalam profesi dan pelayanan.

Foto : Komsos KAPal

Langkah Nyata 

Buku panduan yang diluncurkan ini akan menjadi “Road Map” atau kompas perjalanan bagi paroki, sekolah, hingga keluarga. Gereja tidak ingin hanya “mengurung diri”, melainkan ingin hadir sebagai “Garam dan Terang” di ruang publik. Melalui sistem yang terstruktur dan berjenjang, Gereja KAPal optimis dapat melahirkan pemimpin masa depan yang berkarakter seperti Yesus, mencintai Allah dan dicintai sesama.

“Mari kita bersama merawat ‘Pohon Kaderisasi’ ini agar berakar kuat dan berbuah lebat bagi Gereja, bangsa dan negara,” pungkas Romo Riyanto.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.