Belajar dari Kesetiaan Santo Yoseph: Paroki Santo Yoseph Palembang Gelar Novena 9 Hari

“Seringkali kita gagal memahami masalah sebagai peristiwa berahmat. Santo Yoseph mengajarkan kita untuk hening sejenak, menunda reaksi, dan membiarkan Sabda Tuhan mengubah ‘batu’ persoalan menjadi ‘roti’ berkat.”

Demikian disampaikan oleh Romo Florentinus Heru Ismadi SCJ dalam renungannya saat memimpin Doa Novena St. Yoseph pada Jumat (6/3/2026) petang. Rangkaian novena yang berlangsung mulai 6 hingga 18 Maret 2026 dengan tema “Santo Yoseph, Seorang Pria Tangguh dalam Menghadapi Krisis” ini digelar dalam rangka menyambut Pesta Pelindung Paroki pada 19 Maret mendatang.

Mengubah Beban Menjadi Rahmat

Secara khusus imam dehonian ini mengajak umat merenungkan tentang “Krisis dalam Perkawinan”. Beliau merefleksikan pergulatan batin Yoseph saat mengetahui Maria mengandung. Awalnya, Yoseph melihat hal tersebut sebagai beban berat yang tidak masuk akal hingga sempat terpikir untuk meninggalkan Maria.

“Yoseph sempat gagal paham bahwa itu adalah peristiwa berahmat,” ujar Romo Heru. Namun, melalui mimpi dan keheningan, Yoseph mengubah cara pandangnya. Masalah yang tadinya dianggap beban, berubah menjadi misi suci setelah ia memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara.

Romo Heru Ismadi SCJ

Resep Menghadapi Masalah: Hening dan Bangkit

Romo Heru juga menekankan pentingnya sikap “diam” yang produktif. Menurutnya, saat kenyataan tidak sesuai dengan harapan dalam hubungan keluarga atau persahabatan, manusia cenderung bereaksi cepat dengan kata-kata yang seringkali melukai. Ia menegaskan pentingnya membangun sikap hening dan tidak reaktif agar pikiran dan perasaan lebih teratur.

Ia juga menandaskan perlunya memiliki sifat kerahiman dengan menjadi tempat yang nyaman bagi orang lain untuk tumbuh, seperti Yoseph menjaga Maria dan Yesus, serta mau bangkit serta bertindak, tidak hanya diam tapi beregerak melakukan perubahan yang nyata.

Materi Renungan Novena

Novena ini dilaksanakan setiap pukul 17.00 WIB dengan sub-tema yang berbeda setiap harinya, mengulas berbagai krisis yang dihadapi keluarga kudus, mulai dari krisis dalam pernikahan, ancaman terhadap bayi Yesus, perjalanan mengungsi ke Mesir, hingga ketakutan terhadap penguasa baru. Sejumlah imam dijadwalkan akan menyajikan ulasan menarik, di antaranya, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto dan Penulis Buku Hidup Itu Singkat, Pikniklah, Romo Ignatius Elis Handoko SCJ.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.