Perayaan Tahbisan Imam di Nusa Tunggal: Romo Andreas Suparman SCJ Ajak Umat Terus Bersyukur

Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ memberikan sambutan. | Foto: Komsos KAPal

Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Gereja Stasi St. Pius X Nusa Tunggal, Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, pada Rabu (29/4/2026). Ribuan umat menjadi saksi peristiwa iman saat Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo mentahbiskan Romo Fransikus Dedy Saputra SCJ menjadi imam baru dalam perayaan Ekaristi yang megah dan menyentuh hati.

Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahbisan ini adalah bukti nyata pilihan bebas Allah atas manusia yang sederhana.

Pilihan Allah atas Kesederhanaan

Dalam suasan penuh persaudaraan, Romo Suparman mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas kemurahan hati Tuhan. Ia menyoroti latar belakang Romo Dedy yang datang dari keluarga sederhana, namun dipilih Allah untuk menjadi kawan sekerja Yesus.

“Syukur yang pertama tentu saja karena Allah sendiri yang berkenan memilih Romo Fransiskus Dedy Saputra ini untuk menyertai Yesus lebih dekat dan diikutsertakan di dalam karya penyelamatan-Nya,” ujar Romo Suparman.

Mgr Vinsensius menahbiskan imam baru. | Foto: Komsos KAPal

Ia juga memuji tema tahbisan yang dipilih, yakni “Bukan bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”. Menurutnya, tema ini harus menjadi pengingat bagi Romo Dedy untuk tetap rendah hati dan menyadari segala kelemahannya di hadapan tugas perutusan yang besar.

Semboyan Hidup dan Dukungan Umat

Imam yang pernah berkarya di Seminari Menengah St. Paulius Palembang ini sempat menuturkan tentang perjuangan Romo Dedy menghafal semboyan Pater Leo Dehon, pendiri Kongregasi SCJ: “Per Lui Vivo, Per Lui Muoio” (Bagi Dia aku hidup, bagi Dia aku mati). Semboyan inilah yang kini menjadi landasan hidup sang imam baru dalam melayani umat.

Dukungan luar biasa juga terlihat dari kehadiran ribuan umat dari berbagai daerah yang menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan perayaan iman ini. Romo Suparman menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga, para imam konselebran, seluruh umat, serta panitia yang telah bekerja keras.

Wujud Toleransi

Hal menarik lainnya adalah keterlibatan aktif tokoh masyarakat dan aparat keamanan setempat. Romo Suparman secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Nusa Tunggal, Suyanto dan unsur Muspika Kecamatan Belitang III.

“Keterlibatan saudara-saudari tetangga di wilayah ini yang dikomandoi oleh Pak Suyanto sebagai Kepala Desa sangat mengagumkan,” tambahnya sembari memuji kerukunan yang tercipta dan kerja sama yang terjalin selama persiapan acara.

Acara yang juga dihadiri oleh Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto dan  ratusan imam ini menjadi simbol dukungan persaudaraan bagi Romo Dedy dalam memulai peziarahan imamatnya di tengah umat.

Menutup sambutannya, Romo Suparman juga menyampaikan keputusan Kongregasi SCJ yang menugaskan Romo Dedy untuk memulai perutusan baru sebagai Pastor Rekan di Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.