Bersatu dalam Kristus: 74 Anak SEKAMI Paroki Pinang Raya Rayakan Minggu Panggilan

Kegiatan Minggu Panggilan diisi dengan outbond. | Foto: Komsos Paroki Pinang Raya

Sebanyak 74 anak yang tergabung dalam Serikat Kepausan Anak Misioner (SEKAMI) Paroki St. Paulus Pinang Raya mengikuti kegiatan Live-In penuh sukacita pada Sabtu–Minggu (25–26/04/2026). Mengusung tema Bersatu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi, kegiatan ini bertujuan mengajak anak-anak mengenal berbagai panggilan hidup sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota.

Tetap Semangat

Kegiatan dimulai pada Sabtu (25/4) sore dengan sesi perkenalan yang ceria. Meski sempat diguyur hujan deras dan terjadi pemadaman listrik, antusiasme peserta tidak luntur. Anak-anak dibagi ke dalam tujuh kelompok yang dinamai menurut para kudus Redemptoris, yaitu Santo Alfonsus de Liguori, Beato Gennaro Sarnelli, Beato Gaspar Stanggassinger, Santo Gerardus Majella, Beato Petrus Donders, Santo Klemens Maria Hofbauer, dan Santo Yohanes Neumann.

Foto bersama setelah misa Minggu Panggilan di Paroki Pinang Raya. | Foto: Komsos Paroki Pinang Raya

Suasana semakin hangat saat masuk ke sesi sharing panggilan. Para suster dari Kongregasi Santo Fransiskus Charitas (FCh), yakni Sr. M. Silvestra FCh dan Sr. M. Agustini FCh, berbagi cerita tentang kehidupan membiara. Dalam sharingnya, Sr. Silvestra mengajak peserta untuk memanfaatkan momen Minggu Panggilan sebagai kesempatan mendengarkan panggilan Tuhan untuk hidup bakti menjadi imam, biarawan atau biarawati.

Menariknya, tahun ini panitia juga menghadirkan sosok guru dan dokter gigi untuk memberikan pandangan bahwa setiap profesi adalah panggilan Tuhan jika dijalani dengan kasih dan tanggung jawab.

Doa untuk Orang Tua

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi renungan yang dipimpin Fr. Hieronimus Rivaldo Lengi Lado CSsR. Ia mengajak anak-anak menyalakan lilin dan menggambar wajah orang tua mereka. Di sana, mereka menuliskan doa dan janji tulus untuk ayah dan ibu.

“Peran orang tua sangat penting dalam menggapai mimpi. Mencintai dan menghargai orang tua adalah tanda kita mencintai Allah,” pesan Fr. Hiero dalam renungannya.

Puncak Sukacita: Outbound dan Ekaristi

Memasuki hari kedua, Minggu (26/4), keceriaan memuncak saat sesi outbound. Lapangan belakang pastoran penuh tawa saat anak-anak beradu ketangkasan dalam estafet kardus dan nampan air. Permainan ini dirancang untuk melatih kerja sama dan kekompakan tim.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Pinang Raya, Romo Nikolaus Lusi Uran CSsR, didampingi Romo Anton Balla Nggandung CSsR. Dalam homilinya, Romo Niko menekankan bahwa setiap orang dipanggil menuju kekudusan dan menjadi gembala yang baik bagi sesama.

Kegiatan Outbond. | Foto: Komsos Paroki Pinang Raya

“Selain panggilan khusus untuk menjadi imam, biarawan atau biarawati, ada panggilan umum yang jauh lebih penting, bahwa kita semua dipanggil pada kekudusan untuk bersatu dengan Tuhan. Ia mengenal kita satu persatu dan memanggil kita untuk hidup dalam kasihnya dengan cara hidup baik, jujur dan penuh kebijaksanaan supaya kita memperoleh keselamatan,” ujar Romo Niko.

Lebih lanjut, imam Redemptoris ini juga mengajak umat untuk mewujudkan panggilan hidup kristiani secara nyata di tengah keluarga maupun masyarakat.

Pentas Seni

Setelah Perayaan Ekaristi, acara ditutup dengan pentas seni dan pembagian hadiah. Meski persiapan singkat, setiap kelompok tampil maksimal membawakan tarian dan nyanyian di depan para orang tua. Kelompok Santo Alfonsus de Liguori keluar sebagai juara pertama dalam lomba outbound tahun ini, disusul kelompok Beato Gennaro Sarnelli dan kelompok Beato Gaspar Stanggassinger.

Para pemenang mendapatkan hadiah. | Foto: Komsos Paroki Pinang Raya

Melalui perayaan Minggu Panggilan ke-63 ini, diharapkan anak-anak SEKAMI semakin berani mendengarkan suara Tuhan dan bertumbuh dalam semangat kebersamaan sebagai misionaris cilik.

***Laras Anjarsari (Komsos Paroki St. Paulus Pinang Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published.