Renungan Harian Minggu, 10 Mei 2026

Hari Minggu Paskah VI
Kis. 8:5-8,14-17; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; 1Ptr. 3:15-18; Yoh. 14:15-21. BcO Kis. 20:17-38.

Kasih yang Menghidupkan

Saudara-saudari terkasih, pada Hari Minggu Paskah VI ini, Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa kasih kepada Kristus tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan dalam kesetiaan: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Yesus tahu bahwa para murid akan mengalami rasa takut, bingung, dan kesepian. Karena itu Ia menjanjikan Roh Kudus, Sang Penghibur, yang tidak meninggalkan kita sendirian. Dalam hidup kita pun, sering kali iman diuji oleh persoalan keluarga, pekerjaan, ekonomi, relasi, dan masa depan. Namun Tuhan tidak pernah jauh. Ia hadir diam-diam, menguatkan hati yang lelah, menuntun langkah yang ragu, dan menghibur jiwa yang terluka.

Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa pewartaan Filipus membawa sukacita besar bagi orang-orang Samaria. Di sana kita belajar bahwa Injil selalu melahirkan sukacita, terutama ketika diterima dengan hati terbuka. Sukacita itu bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hati yang tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja. Di tengah kehidupan, baik di kota, di pinggiran, di perkebunan, di daerah sungai, maupun di komunitas-komunitas kecil yang jauh dari pusat paroki, kita diajak menjadi pembawa sukacita. Kadang cukup dengan menyapa tetangga, membantu keluarga yang kesusahan, aktif dalam lingkungan, atau hadir dalam doa bersama, kita sudah menjadi tanda bahwa Kristus hidup.

Rasul Petrus juga mengajak kita untuk selalu siap memberi pertanggungjawaban tentang pengharapan yang ada dalam diri kita, tetapi dengan lemah lembut dan hormat. Ini sangat penting dalam konteks hidup kita yang beragam, di mana kita tinggal berdampingan dengan saudara-saudari dari berbagai suku, budaya, dan agama. Iman Katolik tidak perlu ditunjukkan dengan kesombongan, melainkan dengan hidup yang jujur, sabar, rendah hati, dan penuh kasih.

Saudara-saudari terkasih, Yesus berkata, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.” Kalimat ini adalah penghiburan besar bagi kita. Kita mungkin pernah merasa sendirian, tidak dimengerti, atau kehilangan arah, tetapi Roh Kudus selalu hadir untuk menguatkan. Maka marilah kita membuka hati bagi Roh Kudus, agar kasih kita kepada Tuhan tidak berhenti di gereja, tetapi nyata dalam rumah, tempat kerja, sekolah, ladang, pasar, dan masyarakat. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang membawa damai, menumbuhkan harapan, dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Tuhan senatiasa memberkati kita semua.

Fr. Nikodemus Panggabean (Tingkat VI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.