Renungan Harian Senin, 25 Mei 2026

PW. St. Maria Bunda Gereja
1Ptr. 1:3-9; Mzm. 111:1-2,5-6,9,10c; Mrk. 10:17-27. BcO Kis. 28:17-31.

Hadir dalam Keluarga

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja merayakan peringatan Santa Maria sebagai Bunda Gereja. Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan kisah Yesus yang tergantung di salib dan, pada saat-saat terakhir hidup-Nya, menyerahkan ibu-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya dengan berkata, “Inilah ibumu.” Perkataan ini tidak hanya ditujukan kepada Yohanes, tetapi juga kepada seluruh umat beriman. Melalui peristiwa itu, Yesus menunjukkan bahwa Maria menjadi ibu bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Dari salib, lahirlah ikatan kasih yang baru: Maria hadir sebagai ibu yang menemani perjalanan iman Gereja dan setiap anak-anak Allah.

Jika kita melihat kehidupan Maria, kita tidak menemukan sosok yang menonjol dengan kata-kata besar atau kuasa duniawi. Sebaliknya, kita melihat seorang ibu yang setia hadir dalam seluruh perjalanan hidup Yesus. Maria mendampingi Yesus sejak kelahiran-Nya dalam kesederhanaan, mengikuti perjalanan hidup-Nya, dan tetap berdiri di bawah salib ketika banyak orang meninggalkan-Nya. Di saat orang lain pergi karena takut atau kecewa, Maria tetap tinggal dengan setia. Teladan ini mengajarkan kepada kita bahwa kasih sejati bukan hanya tentang kata-kata, melainkan tentang kehadiran yang tulus dan kesetiaan dalam suka maupun duka.

Melalui perayaan hari ini, kita diajak belajar dari keteladanan Maria, terutama dalam kehidupan keluarga. Sering kali kita tinggal serumah, tetapi tidak sungguh hadir satu sama lain. Kita sibuk dengan pekerjaan, kesibukan pribadi, atau dunia kita sendiri hingga relasi dalam keluarga menjadi dingin dan hambar. Karena itu, Maria mengajarkan kita untuk kembali menghadirkan kasih melalui hal-hal sederhana: mau mendengar, mengendalikan emosi, menjaga perkataan, dan setia mendampingi keluarga dalam setiap persoalan hidup. Dengan kehadiran yang penuh kasih seperti Maria, keluarga kita dapat menjadi tempat yang menghadirkan kehangatan, kedamaian, dan kasih Tuhan bagi semua anggotanya. Semoga Tuhan senantiasa  memberkati kita semua.

Fr. Robet Silalahi (Tingkat III)

Leave a Reply

Your email address will not be published.