Menimba Rahmat Bersama Bunda Maria: Komunitas Misa Komsos KAPal Ziarah Rohani di Pulau Jawa

Komunitas Misa Komsos KAPal melakukan ziarah rohani di Pulau Jawa. | Foto: Komsos KAPal

Sebanyak 42 peserta mengikuti ziarah rohani ke sejumlah tempat doa di Pulau Jawa pada 18–24 Mei 2026. Penziarahan ini dilaksanakan bekerja sama dengan TOAR Tour and Travel menggunakan bus pariwisata dan didampingi oleh Romo Titus Jatra Kelana serta Diakon Bednadetus Aprilyanto

Para peserta yang mayoritas merupakan kaum lansia memulai perjalanan dari Kapel dan Taman Doa Our Lady of Akita di PIK 2. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju berbagai tempat ziarah dan rumah rohani di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Barat.

Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain Katedral Semarang, Kapel Suster OSF Gedangan, Gereja Santo Yusuf Gedangan, Gua Maria Kerep Ambarawa, Gua Maria Mojosongo, Skolastikat SCJ Yogyakarta, Gua Maria Tritis, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih, Gua Maria Sendangsono, Gua Maria Ratu Besokor Kendal, Taman Rohani Jatinagara Wening, Gereja Santo Yusuf Cirebon, Taman Doa Maria Penolong Abadi Cirebon, Gereja Bunda Maria Cirebon, Taman Doa Regina Rosari Cirebon, hingga akhirnya mencapai Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat Cisantana.

Penziarahan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperdalam iman, mengalami kasih Tuhan, sekaligus mempererat persaudaraan dalam komunitas.

Pengalaman Iman yang Menguatkan

Salah seorang peserta, Leonardus Anuar Salim, mengungkapkan bahwa ziarah ini membantunya membangun relasi yang lebih intim dengan Tuhan Yesus.

“Saya merefleksikan begitu banyak hal yang telah diperbuat Yesus dalam hidup saya. Saya juga menyadari berbagai kelemahan, dosa, dan ketidaksetiaan selama ini. Saya berharap sepulang dari ziarah ini hidup saya berubah menjadi lebih baik, iman semakin bertumbuh, dan semakin setia kepada Yesus dan Bunda Maria,” ujarnya.

Leonardus Anuar Salim. | Foto: Komsos KAPal

Kesan mendalam juga dirasakan oleh peserta lainnya, Ignatia Julianti. Menurutnya, perjalanan ini merupakan perjalanan iman yang penuh syukur.

“Saya sangat bersyukur bisa mengunjungi banyak gua Maria dan berdoa di sana. Saya merasakan kedekatan dengan Bunda Maria dalam suasana yang berbeda-beda. Selain itu, kebersamaan dengan teman-teman komunitas juga sangat terasa. Kami saling membantu dan mendukung,” katanya.

Bagi Julianti, tempat yang paling berkesan adalah Gua Maria Sawer Rahmat di Cisantana. Ia mengisahkan pengalaman menyentuh saat menapaki jalan menanjak menuju gua Maria bersama ibunya.

“Perjalanannya tidak mudah. Kami beberapa kali berhenti karena medan yang cukup berat. Namun banyak orang yang membantu kami meskipun tidak saling mengenal. Saya merasa kasih Tuhan sungguh bekerja melalui mereka,” tuturnya.

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin akan penyertaan Tuhan dan doa Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Maria Angela Herni Junaidy dan Ignatia Julianti. | Foto: Komsos KAPal

Ziarah sebagai Gambaran Perjalanan Hidup

Peserta lainnya, Maria Angela Herni Junaidy, mengaku sangat tersentuh ketika berdoa di Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih yang berada dekat aliran Sungai Progo.

“Situasinya sangat berbeda dan memberi ketenangan batin. Saya juga sangat tersentuh ketika mengunjungi Skolastikat SCJ Yogyakarta. Saya semakin menyadari bahwa perjalanan menjadi imam bukanlah hal mudah,” ungkapnya.

Dalam doa bersama Bunda Maria, Herni secara khusus memohon rahmat kesetiaan bagi para calon imam agar tetap teguh dalam panggilan mereka.

Ia juga merefleksikan perjalanan menuju Gua Maria Sawer Rahmat sebagai gambaran perjalanan iman manusia.

“Untuk sampai pada rahmat Tuhan dibutuhkan usaha dan kesetiaan dalam menapaki jalan kehidupan yang tidak selalu mudah,” katanya.

Melalui penziarahan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman rohani yang mendalam, tetapi juga semakin dipersatukan sebagai komunitas umat beriman yang saling menopang dalam perjalanan hidup dan iman.

**Diakon Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.