Renungan Harian Senin, 15 Juni 2026

1Raj. 21:1-16; Mzm. 5:2-3ab,4b-6a,6b-7; Mat. 5:38-42; BcO 2Sam. 18:1-17.

Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

Saudara-saudari terkasih, bacaan pertama hari ini mengisahkan dosa Ahab dan Izebel yang merampas kebun anggur Nabot melalui tipu daya dan ketidakadilan. Tuhan kemudian mengutus Nabi Elia untuk menyampaikan hukuman atas perbuatan mereka. Namun ketika Ahab mendengar firman itu, ia merendahkan diri, berpuasa, dan bertobat. Melihat sikap hatinya, Tuhan menunjukkan belas kasih dan menunda hukuman tersebut. Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar bagi belas kasih Allah jika seseorang sungguh mau bertobat.

Dalam Injil, Yesus mengajarkan sesuatu yang lebih mendalam lagi. Ia berkata, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.” Yesus mengajak para murid untuk tidak hidup dalam semangat balas dendam. Sebaliknya, Ia mengajarkan kasih, pengampunan, dan kemurahan hati sebagai cara untuk memutus rantai kejahatan. Sikap ini bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang lahir dari kasih Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kadang berada di dua posisi sekaligus. Ada saat kita seperti Ahab yang jatuh dalam kesalahan dan membutuhkan pertobatan. Ada juga saat kita menjadi korban perlakuan yang tidak adil dan tergoda untuk membalas. Dalam situasi seperti itu, Yesus mengundang kita untuk memilih jalan kasih, bukan jalan kebencian. Dengan bantuan rahmat Tuhan, kita dimampukan untuk mengampuni dan berbuat baik bahkan kepada mereka yang menyakiti kita.

Karena itu, marilah kita belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan dan membuka hati bagi karya belas kasih-Nya. Semoga kita semakin mampu menghentikan lingkaran kebencian dengan pengampunan, membalas kejahatan dengan kebaikan, dan menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kasih Allah dapat memulihkan hati kita dan membawa damai kepada sesama.

Fr. Yohanes JumadiTingkat IV

Leave a Reply

Your email address will not be published.