
SIBOLGA, SUMATERA UTARA — Sebanyak 105 seminaris dari lima seminari menengah di Regio Sumatera berkumpul di Seminari Menengah Santo Petrus Aek Tolang, Sibolga, untuk mengikuti Jambore Seminari yang berlangsung dari 23 hingga 26 Juni 2026. Mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh dalam Persaudaraan, Diutus bagi Dunia,” ajang ini menjadi wadah perjumpaan untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen panggilan calon imam di tengah tantangan zaman.
Pertemuan akbar yang digelar berkala setiap empat tahun ini mempertemukan para seminaris calon imam dari lima seminari di Sumatera. Kelimanya adalah Seminari Menengah Santo Petrus Aek Tolang (Keuskupan Sibolga) selaku tuan rumah, Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematang Siantar (Keuskupan Agung Medan), Seminari Menengah Maria Nirmala Padang (Keuskupan Padang), Seminari Menengah Mario John Boen (Keuskupan Pangkalpinang), dan Seminari Menengah Santo Paulus Palembang (Keuskupan Agung Palembang).

Rangkaian acara dibuka secara meriah dengan tradisi lokal tari Panomunomuan, disusul Perayaan Ekaristi pembukaan yang dipimpin langsung oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga pada Selasa (23/6/2026) petang.
Dalam homilinya, Mgr. Fransiskus mengingatkan para seminaris bahwa pilihan hidup sebagai pelayan Gereja diibaratkan seperti menempuh jalan yang sempit dan sulit. Sebaliknya, arus dunia saat ini menawarkan jalan lebar yang penuh kompromi terhadap kejahatan, kepuasan instan, egoisme, dan sikap mengandalkan diri sendiri tanpa melibatkan Tuhan.
“Seminaris memiliki kewajiban untuk menempuh jalan sempit, yaitu jalan kebenaran dengan taat kepada ajaran Tuhan,” tegas Bapa Uskup.
Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para calon imam terus mengasah aspek intelektual, rohani, spiritual, serta kemampuan untuk hidup dan bekerja sama dengan orang lain, dengan fondasi utama hidup doa yang kuat.
Selama empat hari pelaksanaan, agenda jambore diisi dengan aktivitas variatif yang menyentuh aspek rohani, manajerial, hingga sosial. Selain dinamika kelompok, pembekalan seminar dari Komisi Seminari KWI, ketua regio, dan Persekutuan Doa Karismatik Katolik, para peserta juga diajak melakukan aksi nyata. Mereka mengunjungi langsung lokasi terdampak bencana banjir di Sibolga sebagai bentuk belarasa, serta mengikuti kegiatan outbound di Pantai Batu Gajah.

Semangat persaudaraan mencapai puncaknya pada malam terakhir melalui pentas seni budaya. Setiap seminari menampilkan pertunjukan tradisional yang memadukan ciri khas daerah dengan identitas komunitas masing-masing.
Suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja keras kepanitiaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Yosef Pandan, Romo Agustinus Hutabarat, didukung oleh staf Seminari Aek Tolang, para frater diosesan tingkat III dari Seminari Tinggi Santo Petrus Pematang Siantar, serta Orang Muda Katolik (OMK) setempat.

Rangkaian jambore resmi ditutup pada Jumat (26/6/2026) melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Ketua Regio Seminari Menengah Regio Sumatera sekaligus Rektor Seminari Maria Nirmala Padang, Romo Prian Saut Donny Dongan Malau. Kebersamaan ini diharapkan menjadi modal bagi para seminaris untuk membangun langkah bersama dalam pelayanan pastoral di masa depan.
***Daniel D. Lesmana (Guru Seminari Menengah St. Paulus Palembang)
