Dari Akar ke Pasar, Romo Riyanto SCJ Ajak Awam Katedral Palembang Jadi Kader Gereja dan Bangsa

Foto: Dokumentasi Pribadi

PALEMBANG – Menyambut Bulan Kebangsaan, Paroki Katedral Santa Maria Palembang menggelar pembekalan khusus bagi para pelayan umat pada Kamis (6/8/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan Moderator Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Agung Palembang, Romo Agustinus Riyanto SCJ sebagai pembicara ini menekankan pentingnya peran kaum awam dalam membangun Gereja dan bangsa yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh lintas elemen pelayan umat. Mulai dari fasilitator Komunitas Basis Gerejawi (KBG), ketua lingkungan, pengurus kelompok devosional, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki, hingga perwakilan religius.

Mengusung tema besar “Dari Akar ke Pasar: Berakar dalam Devosi Melahirkan Kader Gereja dan Bangsa”, Romo Riyanto mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali makna panggilan hidup kaum awam. Ia menegaskan bahwa jalan menuju kekudusan tidak melulu lewat jubah imam atau hidup membiara, melainkan juga lewat kehidupan berkeluarga yang dijalani dengan kasih dan tanggung jawab.

“Keluarga adalah komunitas terkecil yang menjadi fondasi Gereja, masyarakat, dan bangsa. Pembaruan Gereja dan sosial itu selalu berawal dari rumah. Membangun keluarga yang beriman berarti ikut membangun masyarakat yang lebih baik,” ujar Romo Riyanto.

Merujuk pada Dokumen Konsili Vatikan II, Lumen Gentium Artikel 31, dosen Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan (FHIP) Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) ini mengingatkan bahwa kaum awam memiliki hak dan kewajiban penuh untuk terlibat dalam karya kerasulan. Murid Kristus dipanggil menjadi garam dan terang dunia lewat kesaksian nyata di rumah, tempat kerja, hingga masyarakat luas.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain itu, sesi pembekalan ini juga menjadi ajakan reflektif bagi para pengurus dan fasilitator lingkungan untuk menjadi pemimpin yang suportif. Pemimpin awam diharapkan mampu menumbuhkan potensi orang lain, bukan justru menghambatnya, demi melahirkan komunitas kecil yang hidup dan melahirkan kader-kader baru yang siap melayani.

Melalui rangkaian Bulan Kebangsaan ini, para pelayan umat di Paroki Katedral Palembang diharapkan makin mampu menghidupi iman mereka secara nyata, memperkuat semangat pelayanan, serta membawa nilai-nilai Injil ke tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

***Fr. Yonathan Galih AP (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.