“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata-kata yang baik, telinga yang mendengarkan, pujian yang jujur, atau tindakan kepedulian terkecil, yang semuanya berpotensi mengubah kehidupan,” kata Leo Buscaglia.
Sejak 2016 lalu, Teresa Wibowo mulai membangun ruparupa.com. Hal ini terjadi, karena dia melihat kebiasaan konsumen mulai berubah. Mulai dari cara berbelanja yang lebih banyak menggunakan metode online sampai cara belanja yang cepat dan lebih efisien.

“Dulu banyak yang tanya, ini Ace Hardware nggak ada onlinenya? Informasi nggak ada onlinenya? Dari situ saya mulai melihat oh iya ya, orang Indonesia sudah mulai ready untuk belanja online. Pada saat itu memang belum populer, karena biasanya orang kalau belanja online pilih dulu, pegang, lihat dan dijelaskan spesifikasinya secara personal oleh staf,” kata Teresa Wibowo.
Teresa menuturkan, untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, ruparupa.com memberikan kemudahan untuk konsumen. Hal itu mulai dari menyediakan cara pembayaran yang beragam hingga pengiriman yang fleksibel. Mulai dari pickup sendiri sampai pengiriman barang dari toko terdekat. Hal ini dilakukan, agar biaya kirim bisa menjadi lebih terjangkau oleh pengguna. Sekarang ada 600 titik pengambilan barang di 69 kota yang tersebar di Indonesia.
Teresa dan ruparupa.com selalu berupaya untuk mendengarkan suara konsumen dalam berinovasi. “Jadi jangan sampai inovasi kita ini hanya untuk sendiri tapi tidak dibutuhkan konsumen. Kita harus lihat mereka butuhnya apa, lalu apa yang bisa kita kasih ke mereka jika membeli secara online. Itu fitur yang kami kembangkan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” tutur Teresa.
Hidup Bersama Orang Lain
Apakah Anda memasang telinga bagi orang lain atau partner Anda? Kalau belum, Anda mesti membuka telinga Anda lebar-lebar untuk mendengarkan keluh kesah dan keinginan orang lain atau partner Anda. Mengapa? Karena mendengarkan merupakan salah satu unsur penting dalam membangun relasi dengan orang lain atau partner Anda.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mau membuka telinga dan bahkan kemudian hati kita untuk mendengarkan orang lain. Teresa Wibowo membuka telinganya untuk mendengarkan keinginan konsumennya. Dia pun mulai mengembangkan ruparupa.com yang kemudian sangat berguna bagi penjualan produk-produk Ace Harware.
Mendengarkan itu tidak mudah. Banyak orang mendengar, namun tidak sampai mendengarkan. Artinya, mendengarkan itu tidak hanya membatasi diri pada telinga, namun juga memasukkan ke dalam hati. Lantas hati mencernanya yang kemudian ditampilkan dalam aksi.
Mungkin kita bertanya, apa sih pentingnya mendengarkan? Kita mesti sadar bahwa kita tidak hidup sendirian. Kita hidup bersama orang lain. Kita bekerja bersama orang lain. Kita berjuang bersama sesama. Ketika kita mau mendengarkan sesama, berarti kita mau membangun kesejahteraan bersama. Bukan hanya untuk diri sendiri. Karena pada hakekatnya hidup kita selalu saling bergantung.
Mari kita memasang telinga dan hati kita untuk mendengarkan kebutuhan-kebutuhan sesama kita. Dengan demikian, kesejahteraan bersama tercipta dalam hidup. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
