Hanya Yesus: Surat Natal dari Pater Jendral SCJ (Pater Carlos Luis Suárez Codorniú SCJ)

Hanya Yesus

(YEZU TU)

Agenda kunjungan entitas saya pada penghujung tahun ini adalah ke Kongo (DRC). Di sana saya bersama salah seorang anggota dewan melewatkan bersama masa adven dan merayakan natal juga. 125 tahun yang lalu, seorang anggota kita diutus oleh Pater Dehon untuk menginjakkan kakinya di tanah ini.

Allah telah memberkati misi kita dengan kegembiraan dimana umat telah memeluk iman; Ia juga memberkati misi ini dengan kesetiaan para konfrater kita yang berjuang memberikan diri dari waktu ke waktu untuk komunitas.

Ia terus memberkati misi ini dengan panggilan para religius dan imamat, dengan kemurahan hati para benefaktor dan buah kesucian sebagaimana dipancarkan oleh Blessed Anuarite Nengapeta, seorang religius dari Keluarga Kudus Kisangani, sebuah kongregasi yang didirikan oleh salah seorang pionir kita di Kongo.

Yang Terberkati Anuarite Nengapeta | Foto: https://africa.la-croix.com/

Tuhan menginginkan hidup suster ini menjadi hadiah sejati atau zawadi (dalam Bahasa Swahili) bagi jemaat-Nya. Gereja lokal juga menjadikannya model yang bagus bagi orang muda karena ia mengetahui bagaimana menghayati cinta sejatinya.

Blessed Anuarite mempelajarinya dari sekolah Keluarga Kudus di Nazareth. Dalam sekolah itu, ia mengarahkan diri pada hidup Yesus sebagaimana Ibu Maria dan Bapa Yosep lakukan. Bersama mereka, ia berkontemplasi tentang keluarga kecil dari Betlehem dan mengungkapkan cintanya kepada Yesus dengan banyak cara: “Yezu tu” “Hanya Yesus”, kata yang sering kali ia ulang dalam doanya.

Ketika saat pencobaan tiba, dengan cinta dan pengampunan ia mempertahankan diri dari kebencian orang-orang yang hendak merenggut nyawanya. Ia tidak punya kekuatan apa-apa selain “Yezu tu.”

Seperti dirinya, Ibu Maria dan Bapa Yosep juga telah menghayati kepercayaan “Yezu tu” dan karenanya Sang Sabda memiliki rumah untuk bersemayam. Gembala-gembala yang membagikan “Hanya Yesus” membuka malam itu dengan harapan.

Orang bijak yang datang dari Timur jauh dengan keberaniannya membawa “Hanya Yesus” telah membuka pintu bagi pewartaan Injil ke semua bangsa. Maka kini “Hanya Yesus” yang dihidupi oleh banyak umat terus berlanjut mengalir untuk memberikan kelemahlembutan, mengalahkan kepentingan diri dan memperbaiki keretakan di banyak tempat dan situasi dunia.

Pada Natal ini semoga “Hanya Yesus” kita semua diperbaharui dan karenanya kita menjadi saksi akan bayi Betlehem yang telah mendapatkan kita yang terpercaya (lih. Konst. 57). Pada-Nya, kita berharap agar Natal dan tahun baru membawa damai.

Salam,

P. Carlos Luis Suárez Codorniú SCJ

Superior Jendral SCJ

Powered By EmbedPress

Leave a Reply

Your email address will not be published.