Di Mana Hartamu Berada, di Situ pula Hatimu
(Lukas 12:34)
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
“Jiwa yang bersih adalah altar yang pantas,
‘tuk letakkan persembahan korban diri dan pujian hati.
Di sana Allah bertakhta menanti!”

Yesus bersabda, di mana seseorang meletakan hartanya, di situ ia mempertaruhkan harkatnya. Di mana kunci seseorang menjadi kudus? Pusat hidupnya ada dalam kasih dan fokus perhatiannya ada pada Sakramen Mahakudus. Sakramen Mahakudus menjadi sumber hidup dan karyanya, maka ia menjadi kudus!
Oh Yesus yang tak terkatakan, Engkau tersembunyi di dalam sakramen yang berupa roti. Karena kasih-Mu, Engkau sudi memenjarakan diri dalam tabernakel siang dan malam. Tindaka-nMu itu mendorongku untuk mencurahkan seluruh kasihku hanya pada-Mu, dan meletakkan harapan hidupku hanya pada-Mu saja.
Oh, Sakramen dan Kasih Ilahiku, betapa mengagumkan dan mempesona undangan-Mu. Engkau begitu mencintai jiwa-jiwa. Oh, Sabda Abadi, Engkau telah menjadi manusia; Engkau tidak hanya menderita untuk kami, tetapi juga memberikan diri kepada kami dalam sakramen sebagai ungkapan belas kasih, makanan dan jaminan hidup abadi. Engkau merendahkan diri sampai menjadi manusia, suatu saat menjadi anak-anak, pernah menjadi tukang kayu yang miskin, kemudian diperlakukan sebagai penjahat, dan sekarang menjadi roti di atas altar. Apakah Engkau bermaksud memenangkan kasihku kepada-Mu? Itu sudah pasti!
Oh, kebaikan yang tak terbatas, kapan aku sungguh menjawab kasih-Mu yang tak terukur itu? Tuhan, aku ingin hidup hanya untuk mencintai-Mu saja. Apa artinya hidup jika tidak utuk memperoleh kasih-Mu dan menyenangkan hati-Mu? Oh, penebus yang tercinta, curahkanlah seluruh hidup-Mu padaku. Perkenankanlah, aku hidup hanya untuk mencintai-Mu; perkenankan jiwaku terselubungi oleh kasih-Mu saja; perkenankan semua ciptaan-Mu tersulut memuji-Mu.
Oh, Yesusku, Engkau telah menderita demi keselamatanku. Terpujilah Engkau Tuhanku, biarlah sebelum mati, aku melakukan sesuatu untuk-Mu.
Doa kepada Bunda Maria
Bunda Maria, engkau seperti pohon zaitun yang begitu indah, aku mohon kepadamu berilah aku minyak belas kasih yang mengalir. “Ingatlah bunda yang penuh belaskasih, belum pernah terdenar di segala jaman orang kecewa berlindng padamu” (St Bernardus). Oh, Ratu Belas Kasih, aku tak pernah kecewa berlindung mohon bantuanmu. Oh Maria, anugerahilah aku rahmat karena aku senantiasa berlindung padamu. Amin. **
Yohanes Haryoto SCJ
