Lihatlah Kekasihku!
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
“Tatkala seseorang terbebas dari apa pun,
kerendahan hatinya sempurna,
Jiwanya ‘kan bersatu dengan Allah,
Bukan hanya hiburan, rasa manis, dan sentimental,
tetapi ia hidup mulia melewati kematian salib”

Pengalaman Iman
Ketika St. Filipus Neri sakit, dia menerima komuni suci sebagai bekal “perjalanan” jiwanya atau disebut Viaticum. Waktu dia memandang Sakramen Mahakudus itu, ia terpesona dan berseru, “Lihatlah kekasihku! Ya kekasih jiwaku!”
Dia mengajak kita semua, setiap orang yang menerima komuni melihat kehadiran Yesus dalam Sakramen Mahakudus dan semestinya memandang terpesona dan berseru, “Lihatlah kekasihku! Lihatlah Dia yang sangat saya kukasihi dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatanku untuk selamanya!”
Pengalaman iman St. Filipus Neri ini tidak berlebihan karena St. Yohanes, penulis Injil mengatakan, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tinggal dalam kasih, ia tinggal dalam Allah, dan Allah dalam dia!” (1Yoh 4:16).
St. Filipus Neri sangat mengasihi Yesus dan menuruti firman-Nya dengan seluruh hidupnya, maka Yesus tinggal di dalam dirinya sebagai kekasih jiwanya, seperti sabda Yesus, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku; dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia!” (Yoh 14:23).
Sikap Jiwa Terhadap Sakramen Mahakudus
Ya Tuhanku dan Allahku, Engkau telah bersabda, barangsiapa mengasihi-Mu, Engkau akan sangat mengasihi dan tinggal di dalamnya dan tidak pernah meninggalkannya. Aku mengasihi-Mu lebih dari segala sesuatu, maka Tuhan cintailah aku. Biarkanlah aku merasakan kasih-Mu lebih daripada keindahan kerajaan dunia ini.
Datang dan tetaplah tinggal di rumah jiwaku yang sederhana ini sampai Engkau tidak terpisah denganku lagi. Demikian juga aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk menolak-Mu. Walau aku pernah melupakan-Mu, tetapi aku takkan mengulanginya lagi. Kalau itu terjadi, aku lebih baik mati ya Tuhanku karena aku telah menerima rahmat istimewa dari-Mu.
Kerinduanku ialah senantiasa ada dalam pelukan-Mu; aku ingin mendekap-Mu lekat-lekat dalam hatiku yang berdosa ini, agar aku senantiasa mengasihi-Mu dan selalu Kaukasihi. Penebusku yang kukasihi, sungguh aku berniat untuk senantiasa mencintai-Mu dan Engkau mengasihiku. Aku yakin bahwa kasih-Mu tetap dan tak terbatas, ya Allahku. Engkaulah kekasih jiwaku untuk selama-lamanya. Amin.
Kunjungan Kepada Perawan Maria Yang Terberkati
“Aku hanya mengalir seperti selokan dari sungai dan bagaikan saluran air menuju taman raya”
(Sirakh 24:30)
Bunda Maria Perawan tersuci, barangsiapa bersamamu, tidak akan tercela! Sebaliknya hidupnya menjadi baru, indah dan penuh sukacita seperti taman raya. Hidupnya seperti saluran air menuju taman raya yang indah permai.
Barangsiapa menghormatimu akan mulia selamanya. Mereka akan memiliki hidup kekal; dan barangsiapa membuat namamu tersohor dan dicintai oleh banyak orang, ia akan menjadi orang pilihan Allah seperti kata-kata Putera Sirakh, “Aku hendak menyirami kebunku, tetapi tiba-tiba selokanku menjadi sungai dan sungai itu menjadi laut!” (Sir 24:31).
Aku berjanji di mana pun ada kesempatan, baik di muka umum maupun pribadi, aku akan mewartakan kehormatan namamu, ya Maria dan senantiasa berdevosi kepadamu! Aku memujimu ya perawan yang tersuci. Amin. **
