Melakukan suatu pekerjaan dengan penuh sukacita akan mendatangkan kebahagiaan dalam menata hidup.
Thomas Alva Edison adalah penemu jenius yang produktif. Ada 1.093 temuan dipatenkan atas namanya. Beberapa yang bisa disebut adalah mesin telegraf, gramofon, proyektor film dan bola lampu. Penemu jenius itu mengaku bahwa kejeniusan sembilan puluh sembilan persen adalah keringat, butuh kerja keras.
Meski harus bekerja keras, Edison berkata, “Saya tidak pernah merasa bekerja sehari pun seumur hidup saya. Semua yang saya lakukan menyenangkan.”

Menemukan Sukacita
Banyak orang merasa bahwa bekerja keras itu sesuatu yang membuat dirinya menderita. Semestinya kebahagiaan yang diperoleh, namun justru hidup yang susah. Hal ini terjadi, karena mereka melakukan suatu pekerjaan hanya sebagai suatu kewajiban. Akibatnya, mereka cepat merasa lelah. Pekerjaan menjadi sesuatu yang kurang atau tidak menyenangkan hati.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk menemukan kebahagiaan dan sukacita melalui pekerjaan yang kita geluti. Pengakuan Edison itu menyiratkan bahwa seseorang harus merasakan sesuatu yang menyenangkan hati, yang memercikkan kesukaan dalam bekerja. Hak paten yang banyak itu dia peroleh melalui sukacita dalam bekerja.
Hati yang senang mengiringi kita untuk bekerja dengan segenap hati. Tanpa kesukaan itu, kita tidak akan bisa melakukan suatu pekerjaan dengan segenap hati. Kita akan mudah mengeluh dalam menjalani hidup kita. Kita merasa suatu pekerjaan sebagai beban yang mesti kita pikul. Akibatnya, kita kehilangan kebahagiaan dalam hidup.
Orang beriman senantiasa menimba rahmat demi rahmat dari Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Rahmat itu akan memampukan kita melakukan suatu pekerjaan dengan sukacita yang besar. Hasilnya, sukacita senantiasa menemani perjalanan hidup kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
