Minggu sore (30/4), dilangsungkan Vesper Agung jelang tahbisan Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Saat Vesper Agung yang artinya ibadat sore meriah, didaraskan pengakuan iman, sumpah kesetiaan, dan pemberkatan insignia atau atribut-atribut yang akan digunakan seorang uskup.

“Ketika Gereja merayakan Minggu Gembala Baik, kita berkumpul dalam Vesper Agung, menyongsong tahbisan Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, yang menggantikan Mgr. Yohanes Harun. Akhirnya, terkabul doa umat Tanjungkarang. Ini bukti kasih Allah kepada umat Tanjungkarang dan secara khusus bagi keluarga,” kata Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX, Uskup Padang yang memimpin ibadat sore dari Gereja Katolik Paroki Ratu Damai, Teluk Betung.
Terpilihnya Uskup Avien, bukanlah sebuah kebetulan. “Karena sudah direncanakan Tuhan, tapi siapa kira kalau doa terus-menerus keluarga Bapak Paulus Mikael Sukidi dan Maria Magdalena Sutarti yang diteruskan oleh Kakak tercinta akan menjadi kenyataan, terkabul,” lanjut Mgr. Vitus.

Keluarga memang selalu mendoakan agar Romo Avien, suatu saat dipilih menjadi uskup. Doa yang terkabul ini ditanggapi oleh Mgr. Avien dengan motto kegembalaannya In Verbo Tuo Laxabo Rete.

“Karena perintah-Mu kutebarkan jala pula. Tekanan pada sabda, karena perkataan. Tekanan yang mau diberikan bukan sekedar pasrah bongkokan, karena Petrus sebelumnya menjawab ‘telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa’,” kata Mgr. Vitus.

Petrus, menurut Uskup Vitus, paham betul seluk beluk Danau Galilea. Maklum, ia adalah seorang nelayan. Namun demikian, karena perkataan Yesus, Petrus tetap menebarkan jala juga.
“‘Juga’ di sini satu kepastian di atas kemustahilan manusia. Romo Avien berangkat juga karena dunia (yang) mau diserahkan Tuhan (kepadanya) lebih luas dari danaunya sendiri, Palembang,” tuturnya.

Mgr. Vitus mengajak umat yang hadir mendoakan Mgr. Avien, yang akan ditahbiskan besok, Senin (1/5). “Semoga uskup terpilih dapat menjadi penjala manusia yang hadal dan terpercaya dalam karya perutusannya di Keuskupan Tanjungkarang ini. Semoga karyanya menarik hati banyak orang pada kabar gembira dan karya belas kasih Allah, seperti dikatakan Paus Fransiskus, ‘kita membutuhkan gembala-gembala berbau domba dan mempunyai senyuman kebapaan’,” harapnya.

Vesper Agung diikuti sekitar 40 uskup se-Indonesia, puluhan imam, dan sekitar seribuan umat yang berasal dari berbagai penjuru tanah air. **Kristiana Rinawati
