Kaum Berjubah: Menguatkan Iman, Lahir Imam

RD Ovan yang bernama lengkap Octavianus Ude Taa menyelesaikan pendidikan sebagai calon imam di Seminari Menengah St Rafael Oepoi, Kupang (2010-2014). Pendidikan sebagai frater, calon imam Diosesan Keuskupan Agung Kupang, ditempuh pada tahun 2015-2019 di Seminari Tinggi St Mikhael Penfui, Kupang dan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Sedangkan studi teologi ia jalani di Seminari Tinggi St Mikhael Kupang pada tahun 2021-2023. Ia tertarik menjadi imam saat SD di kala melihat frater mengadakan kegiatan dengan mengenakan jubah putih. Perjumpaan dengan kaum berjubah (frater), ia merasa dikuatkan imannya dan tumbuh benih panggilan untuk menjadi imam.

Benih itu bertumbuh terpelihara dengan baik. Ia merawatnya dalam tiap tahap proses pembinaan sebagai calon imam. Namun, ia pun menghadapi tantangan dalam proses tersebut. Semuanya justru menjadi saat rahmat untuk memurnikan motivasi panggilannya.

Romo Ovan bersama sanak saudara | Foto: dokumentasi pribadi Romo Ovan

“Ekaristi yang menguatkan saya dalam menapaki panggilan. Tanpa ekaristi, panggilan menjadi kering. Orangtua dan sanak saudara juga menguatkan saya dalam panggilan. Melalui doa mereka, saya merasa dikuatkan dalam menjawab panggilan Tuhan,” kisah imam projo pemilik motto ‘PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal’ (Yoh 6:68).

Romo Ovan | Foto: dokumentasi tim tahbisan imam

“Imam yang ideal adalah imam yang rendah hati, melayani, dan menyapa umat,” tandas imam yang menerima tahbisan Diakon pada 31 Mei 2023 dari tangan Mgr Petrus Turang di Seminari Tinggi St Mikhael Penfui, Kupang, NTT, ini. **

RD Widhy

Leave a Reply

Your email address will not be published.